Pengantar Ilmu Komputer


 Sejarah Komputer Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat‐alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan‐penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik. Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia.

Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.

a. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia

b. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual

c. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik

d. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung.

Karena luasnya bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit berbeda dalam mendefinisikan termininologi komputer. Menurut Hamacher , komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi. Untuk mewujudkan konsepsi komputer sebagai pengolah data untuk menghasilkan suatu informasi, maka diperlukan sistem komputer (computer system) yang elemennya terdiri dari hardware, software dan brainware. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk kesatuan. Hardware tidak akan berfungsi apabila tanpa software, demikian juga sebaliknya. Dan keduanya tiada bermanfaat apabila tidak ada manusia (brainware) yang mengoperasikan dan mengendalikannya. • Hardware atau Perangkat Keras Hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan dengan istilah instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi perintah.

Berdasarkan fungsinya, perangkat keras komputer dibagi menjadi :

1. input divice (unit masukan)

2. Process device (unit Pemrosesan)

3. Output device (unit keluaran)

4. Backing Storage ( unit penyimpanan)

5. Periferal ( unit tambahan)

Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan. Input devices atau unit masukan yang umumnya digunakan personal computer (PC) adalah keyboard dan mouse, keyboard dan mouse adalah unit yang menghubungkan user (pengguna) dengan komputer. Selain itu terdapat joystick, yang biasa digunakan untuk bermain games atau permainan dengan komputer. Kemudian scanner, untuk mengambil gambar sebagai gambar digital yang nantinya dapat dimanipulasi. Touch panel, dengan menggunakan sentuhan jari user dapat melakukan suatu proses akses file. Microphone, untuk merekam suara ke dalam komputer. Data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer dapat berbentuk signal input dan maintenance input. Signal input berbentuk data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berbentuk program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Jadi Input device selain digunakan untuk memasukkan data dapat pula digunakan untuk memasukkan program.

Berdasarkan sifatnya, peralatan input dapat digolongkan menjadi dua yaitu :

• Peratalan input langsung, yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses. Contohnya : keyboard, mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet, scanner.

• Peralatan input tidak langsung, input yang melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses. Contohnya : punched card, disket, harddisk.

• Software atau Perangkat Lunak Software atau perangkat lunak adalah data yang disimpan pada media penyimpanan data permanen seperti harddisk/disket/cd-r. Perangkat lunak ini dibuat untuk menjalankan perangkat keras komputer sehingga dapat berjalan sesuai fungsi yang diinginkan.

1. Programming Language Programming Language (bahasa pemrograman) adalah bahasa-bahasa yang dipakai untuk menuliskan kumpulan-kumpulan instruksi (program). Programming Language (Bahasa Pemrograman) dapat dibedakan menjadi: 1. Low Level Language (Bahasa tingkat rendah) Bahasa yang termasuk level ini lebih dekat hubungannya dengan mesin, maka bahasa ini disebut juga Machine Oriented. Sering juga disebut Bahasa Mesin. Misalnya : Assembler

2. High Level Language (Bahasa tingkat tinggi) Bahasa yang termasuk level ini lebih dekat dengan aplikasi problemnya, maka bahasa ini juga disebut Problem Oriented. Misalnya :

o BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code)

o FORTRAN (Formula Translator – untuk aplikasi ilmiah/teknik)

o COBOL (Common Bussiness Oriented Language – untuk aplikasi komersial)

o PL/1 (Program Language One – merupakan kombinasi FORTRAN dan COBOL, untuk aplikasi ilmiah dan komersial)

o RPG (Report Program Generator – untuk aplikasi komersial)

o ALGOL (Algorithmic Language)

o PASCAL (diambil dari nama tokoh matematika Blaise Pascal – untuk aplikasi komersial/umum)

o C++ ()

3. Object Oriented Programming (OOP) Pemrograman yang menggambarkan sebuah program sebagai kumpulan obyek diskrit yang berisi struktur data (atau class) dan rutin-rutin yang dapat berinteraksi dengan obyek lain. Kelompok bahasa pemrograman jenis ini dapat menghasilkan program yang mempunyai tampilan grafis dikenal dengan istilah GUI (Graphical User Interface) yang mirip dengan tampilan 3D.

Salah satu keuntungan OOP adalah mempercepat waktu pembuatan aplikasi dan keakuratan kode lebih terjamin. Misalnya :

o Java, C++ dan SmallTalk

o Microsoft Visual Basic (merupakan pemrograman BASIC versi OOP)

o Borland Delphi (versi OOP dari bahasa Pascal)

o Borland C++ Builder (versi OOP dari bahasa C++)

4. Operating System Operating System (Sistem Operasi) adalah suatu sistem yang terdiri dari; komponen-komponen software yang berfungsi untuk mengontrol seluruh kegiatan di dalam komputer, mulai dari ketika komputer dihidupkan sampai komputer dimatikan. Sistem Operasi merupakan bagian software yang sangat penting yang memiliki program-program untuk mengatur peralatan Input/Output supaya berfungsi sebagaimana mestinya.

Sistem Operasi disimpan dalam Auxiliary Storage Unit yang disebut System Residence Device (SYSRES), dipanggil melalui Initial Program Loader (IPL) dan dimasukkan ke Memory. Sistem Operasi yang banyak dipakai misalnya:

• DOS (Disk Operating System)

• Microsoft Windows

• UNIX

• Linux Operating system terdiri dari dua bagian, yaitu:

Control Program, tugasnya:

o Mengontrol penempatan data di dalam sistem termasuk pengaturan di dalam storage

o Mengawasi pelaksanaan di dalam processing

o Mengatur jadwal pekerjaan

Processing Program, tugasnya:

o Menentukan pekerjaan yang akan dilakukan oleh sistem

o Mempermudah aplikasi program • Brainware: manusia yang mengoperasikan dan mengendalikan sistem komputer. 2.1.1 Penggolongan Komputer Literatur terbaru tentang komputer melakukan penggolongan komputer berdasarkan tigal hal: data yang diolah, penggunaan, kapasitas/ukurannya, dan generasinya.

Berdasarkan Data Yang Diolah

1. Komputer Analog

2. Komputer Digital

3. Komputer Hybrid

Berdasarkan Penggunannya

1. Komputer Untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)

2. Komputer Untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)

Berdasarkan Kapasitas dan Ukurannya

1. Komputer Mikro (Micro Computer)

2. Komputer Mini (Mini Computer)

3. Komputer Kecil (Small Computer)

4. Komputer Menengah (Medium Computer)

5. Komputer Besar (Large Computer)

6. Komputer Super (Super Computer)

Berdasarkan Generasinya

1. Komputer Generasi Pertama (1946‐1959)

2. Komputer Generasi Kedua (1959‐1964)

3. Komputer Generasi Ketiga (1964‐1970)

4. Komputer Generasi Keempat (1979‐sekarang)

5. Komputer Generasi Kelima

Perkembangan Komputer

a) Komputer generasi pertama Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode‐biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dan silinder magnetik untuk penyimpanan data.

b) Komputer generasi kedua Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin‐mesin elektrik berkurang drastis. Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti‐magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery‐Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer‐komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya.

c) Komputer generasi ketiga Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian‐bagian internal komputer.

d) Komputer generassi keempat Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen‐komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip.

e) Komputer generasi kelima Komputer generasi kelima disisni mampu mendefinisikan, menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata‐kata secara langsung.

SISTEM KOMPUTER

Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen‐elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut. Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen‐elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan brainware.

Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintah‐perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa‐apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika tidak ada manusia yang mengoperasikannya.

Manfaat Komputer Diberbagai Bidang

1. Bidang Pendidikan Dengan adanya komputer mempermudah bagi pegawai administrasi sekolah untuk membuat kurikulum pengajaran , jadwal pelajaran sekolah, membuat daftar nama siswa , membuat daftar nilai siswa , membuat absen siswa , membuat perhitungan gaji pegawai dan membuat perencanaan pengajaran bagi guru-guru sekolah. Mengakses Informasi Pendidikan lewat Internet. Seiring perkembangan jaman Internet telah merambah sekolah-sekolah setingkat kecamatan,sehingga akses informasipun semakin mudah diperoleh untuk kemajuan pendidikan tiap-tiap sekolah.

2. Bidang Kesehatan Mempermudah Dokter dan Perawat dalam memonitor kesehatan pasien monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran darah , memeriksa organ dalam pasien dengan sinar X. Sebagai contoh saat perawatan Almarhum Mantan Presiden Soeharto di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, tahun 2008. Dengan teknologi modern bisa memonitor, bahkan menggantikan fungsi organ dalam seperti Jantung, Paru-paru dan Ginjal. Itu merupakan teknologi kesehatan yang digabungkan dengan teknologi Informasi dan Komputer.

3. Bidang Transportasi Dengan komputer semua jadwal dan jalur penerbangan yang transit dibandara bisa di program dan dijadwalkan dengan komputer. Untuk menerbangkan sendiri pesawat dilengkapi dengan peralatan komputer. Bahkan setelah mencapai ketinggian tertentu pesawat bisa di terbangkan otomatis dengan pilot otomatis yang sudah diprogram di dalam kmputer. Dengan komputer, narigasi kapal laut bisa ditentukan koordinat dan arah gerak kapal. Demikian juga penjualan tiket di Bandara , Stasiun , Dan Terminal Bus di layani dengan cepat menggunakan komputer.

4. Bidang Jasa Pengiriman Barang Kantor Pos bisa mengirimkan dokumen pengiriman barang lebih cepat dan akurat.Dengan adanya komputer dan internet orang tidak lagi menunggu berhari-hari menerima surat, cukup lewat email saja lebih cepat dalam sekejap , jadi dunia menjadi semakin sempit dalam arti bisa diakses sedemikian cepatnya.

5. Bidang industri Otomotif Mobil-mobil di buat dari kerangka body, mesin, peralatan elektronik di pabrik dengan bantuan robot yang dikendalikan oleh komputer dengan leih akurat. Dengan bantuan komputer pabrik-pabrik otomotif bisa memproduksi mobil dalam jumlah ratusan perbulan, yang tidak mungkin dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia.

6. Bidang Jasa Konstruksi Dengan komputer para Insiyur dan Arsitek mendesain gambar konstruksi dengan pemodelan dan perhitungan yang akurat, cepat dan tepat. Gambar kontruksi didesain menggunakan program CAD, sedangkan untuk perhitungan analisis dan penganalisa kekuatan menggunakan program SAP2000 atau STAD III yang dioperasikan dengan bantuan komputer.

7. Bidang Jasa Percetakan Percetakan koran, majalah , buku-buku, semua dikerjakan dengan mesin yang di operasikan oleh komputer sehingga dalam waktu singkat bisa mencetak buku atau majalah atau koran dalam jumlah ratusan bahkan jutaan exemplar, bisa menghemat waktu dan biaya, seandainya dikerjakan dengan manual oleh manusia, butuh berapa ribu orang untuk mengetik di kertas koran dan perlu berapa lama untuk menyelesaikan, keburu berita menjadi basi dantidak up-to date lagi.

8. Bidang Industri Perfilman Semua efek-efek di dunia akting , animasi, dan penyotingan adegan film semua di rekam dengan perangkat elektronik yang dihubungkan dengan komputer. Animasinya juga di kembangkan mempergunakan animasi yang dibuat dengan aplikasi komputer. Sebagai contoh film-film Hollywood berjudul TITANIC itu sebenarnya tambahan animasi untuk menggambarkan kapal raksasa yang pecah dan tenggelam, sehingga tampak menjadi seolah-olah mirip dengan kejadian nyata.

9. Bidang Industri Rekaman Bahwa untuk menghasilkan suara yang bagus perlu pengaturan perekam dan modifikasi suara dengan media komputer, serta mencetak lagu-lagunyapun di bantu dengan system komputer. Untuk mencetak album kedalam VCD atau DVD perlu bantuan pogram komputer untuk memproses pembuningan atau pembakaran CD sehingga bisa merekam suara dengan kualitas sangat tinggi.

10. Bidang Pertahanan dan Keamanan Negara maju seperti Amerika telah dilengkapi dengan peralatan satelit yang dikendalikan dari Bumi, untuk memantau serta memetakan keadaan dipermukaan Bumi, pada Perang dunia II dan yang terakhir dengan Irak , Amerika menggunakan Jaringan Inteligen yang dilengkapi dengan Teknologi komputer dan Informasi modern sehingga bisa mengalahkan lawan-lawanya.

11. Bidang Olah Raga Pertandingan sepak bola piala dunia di tayangkan oleh satelite yang di hubungkan dengan pesawat penerima di bumi kemudian dipancarkan ke seluruh satelit pemancar TV di belahan bumi, sehingga acara olah raga sedunia itu bisa dinikmati oleh semua orang.

REFERENSI

http://www.anneahira.com/manfaat-komputer-di-berbagai-bidang.htm

http://xxx-myzoners.blogspot.com/2010/10/pemanfaatkan-komputer-di-segala-bidang.html

http://say2revolution.wordpress.com/2008/03/19/pengertian-hardware-dan-software.htm

http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-hardware-perangkat-keras-komputer/

http://radmarssy.wordpress.com/2007/02/07/penggolongan-software/

http://www.anneahira.com/komputer/perkembangan-komputer.htm

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Metodologi Penelitian


TUGAS-1

1)      Apa yang saudara ketahui tentang pengetahuan, dan bagaimana cara memperoleh pengetahuan tersebut?

2)      Apa yang dimaksud dengan istilah metode, metodik, metodologi dan  metodologi riset?

3)      Jelaskan ciri-ciri metode ilmiah, dan berikan contohnya!

4)      Apa yang dimaksud dengan berpikir ilmiah, berikan contohnya?

5)      Sebut dan jelaskan sasaran dalam penelitian?

6)      Apa yang dimaksud dengan berpikir deduktif dan induktif, dan berikan contohnya!

7)      Apa fungsi penyusunan kerangka pemikiran?

8)      Apa yang dimaksud dengan penelitian ilmiah?

9)      Jelaskan perbedaan pendekatan ilmiah dengan non ilmiah dan berikan  contohnya dalam ilmu akuntansi!

JAWABAN

1) Yang saya ketahui tentang pengetahuan adalah suatu kegiatan yang mampu memiliki makna pembelajaran dan cara memperoleh pengetahuan itu sendiri yaitu dengan adanya pengalaman yang bermakna.

 

2) Definisi atau pengertian dari

  • Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasi rencana yg sudah d’susun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis unt mencapai tujuan.
  • metodologi adalah pengetahuan tentang cara untuk melakukan sesuatu.
  • metodologi riset adalah pengetahuan tentang cara untuk melakukan riset.

 

3) Ciri-ciri metode ilmiah

n  Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.

n  Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia

n  Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.

n  Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

n  Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.

 

4) Pengertian berpikir ilmiah

v  Proses atau aktivitas manusia untuk  menemukan/ mendapatkan ilmu.

v  Proses berpikir untuk sampai pada suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan.

v  Sarana berpikir ilmiah.

v  Sarana berpikir ilmiah merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh.

v  Tanpa penguasaan sarana berpikir ilmiah kita tidak akan dapat melaksanakan kegiatan berpikir ilmiah yang baik.

v  Merupakan alat bagi metode ilmiah dalam melakukan fungsinya dengan baik.

 

5) Sasaran dalam penelitian

  • Objek
  • Masalah
  • Proses penyelesaiannya
  • Tujuan

 

6) Berpikir deduktif dan berpikir induktif

Ø  Berpikir deduktif

Pengambilan kesimpulan dari hal yang            bersifat umum menjadi kasus yang bersifat     khusus.

Fakta :     Semua manusia akan mati (umum)

Taka adalah manusia (khusus)

Kesimpulan :             Taka akan mati (khusus)

Ø  Berpikir induktif

Pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum.

Fakta :           Tumbuhan akan mati (khusus)

Hewan akan mati (khusus)

Manusia akan mati (khusus)

Kesimpulan :             Semua makhluk hidup akan mati

 

7) Fungsi penyusunan kerangka pemikiran adalah untuk memperoleh kesimpulan dari  hasil penyelesaian suatu permasalahan.

 

8) Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena. Penelitian ilmiah sering diasosiasikan dengan metode ilmiah sebagai tata cara sistimatis yang digunakan untuk melakukan penelitian.

 

9) Perbedaan pendekatan ilmiah dan pendekatan non ilmiah

 

Pendekatan Ilmiah :

n  Perumusan masalah jelas dan spesifik

n  Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris

n  Jawaban permasalahan didasarkan pada data

n  Proses pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar

n  Kesimpulan yang didapat siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain

 

Pendekatan Non Ilmiah :

n  Perumusan masalah yang kabur atau abstrak

n  Masalah tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat supranatural/dogmatis

n  Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan

n  Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan data dan analisis data secara logis

n  Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain

 

Dipublikasi di METODOLOGI PENELITIAN | 4 Komentar

METODOLOGI PENELITIAN


  1. Jelaskan kriteria dasar pemilihan tema dan topik penelitian yang  baik!

Ø  Tema

1. Tema harus menarik perhatian penulis.

2. Tema harus diketahui/dipahami penulis.

3. Tema harus Bermanfaat.

4. Tema yang dipilih harus berada disekitar kita.

5. Tema yang dipilih harus yang menarik.

6. Tema yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.

7. Tema yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.

8. Tema yang dipilih harus memiliki sumber acuan.

Ø  Topic

1.      memiliki definisi baik secara formal maupun material.

2.      Merumuskan topik penelitian yang memiliki fungsi untuk mengisi kekosongan penelitia

3.      mengulang meneliti topik yang pernah diteliti sebelumnya,

4.      memperluas  dan mengembangkan ide-ide baru

5.      dapat diteliti, waktu tertentu, sumber, data

6.       topic menarik perhatian pribadi peneliti,

7.      berguna secara teoritis,

8.       memiliki tujuan praktis.

2. Apa yang dimaksud dengan masalah, dan dari mana kita dapat menemukan sumber masalah?

  • Masalah adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal.

 

  • Cara menemukan sumber masalah

1.      Menuliskan semua hal yang dirasakan

2.      Kemudian dipilahkan dan diklasifikasikan menurut jenis/ bidang permasalahannya

3.      Urutkan dari yang ringan, jarang terjadi, banyaknya siswa mengalami dan masing-masing jenis permasalahannya.

4.      Dari setiap urutan ambillah 3-5 masalah

5.      Jika apa yang dirumuskan ternyata mendapat konfirmasi, maka masalah tersebut memang merupakan masalah yang patut untuk diangkat sebagai calon masalah.

6.      Masalah yang telah dikonfirmasi tersebut kemudian dikaji kelayakan dan signifikansiniya untuk dipilih.

7.      Pilihlah fokus permasalahan yang terbatas. yang berukuran kecil, yang dapat dicari solusinya dalam waktu singkat yang tersedia untuk melakukan penelitian tindakan.

8.      Pilihlah fokus permasalahan yang penting untuk

9.      Bekerjalah secara kolaboratif bersama mitra sejawat dalam penelitian.

10.  Sebaiknya fokus permasalahan yang dipilih relevan dengan tujuan dan rencana

3. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi, mengemukakan batasan dan merumuskan masalah penelitian?

Ø  Identifikasi masalah

• Isi identifikasi masalah:

– Kemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi variabel terikatnya

Contoh:

Kinerja karyawan dalam suatu perusahaan umumnya dipengaruhi oleh

faktor-faktor seperti: motivasi, dukungan perusahaan, dan kemampuan

karyawan

– Kemukakan gejala-gejala masalah dari setiap variabel/masalah

Contoh:

Dua dari faktor di atas, yakni motivasi dan kemampuan karyawan

diasumsikan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja.

 

  • Gejalagejala

masalah yang terkait dengan ketiga masalah tersebut adalah:

- Kinerja:…… , …… , …… (intisarikan dari latar belakang masalah)

- Motivasi:…… , …… , …..(intisarikan dari latar belakang masalah)

- Kemampuan karyawan:….., …..,  (intisarikan dari latar belakang masalah)

 

Ø  Batasan masalah

Isi batasan masalah:

– Kemukakan masalah-masalah yang sudah dipilih untuk dikaji

dalam penelitian

Contoh:

􀂃 Alternatif 1: Penelitian ini tidak mengkaji seluruh faktor yang

mempengaruhi permasalahan kinerja, namun hanya sebatas ruang

lingkup motivasi dan kemampuan karyawan saja (lihat identifikasi

masalah)

􀂃 Alternatif 2: Dari identifikasi masalah sebelumnya, hanya dua faktor

kinerja saja yang diteliti, yakni motivasi dan kemampuan karyawan.

Motivasi yang dimaksud hanya sebatas motivasi berprestasi, dan

kemampuan yang dimaksud hanya kemampuan intelektual saja.

– Boleh mengemukakan batasan lain selain masalah itu sendiri,

misalnya membatasi membatasi responden, daerah penelitian,

dan lain-lain

Contoh:

􀂃 Alternatif 1: Responden yang diteliti hanya difokuskan kepada

karyawan bagian umum dan karyawan personalia.

􀂃 Alternatif 2: Fokus penelitian ini tidak dilakukan pada kantor pusat,

namun hanya pada beberapa kantor cabang yang ada, yakni…

Ø  Merumuskan masalah

Dalam memformulasikan atau merumuskan masalah, kiranya peneliti perlu memperhatikan beberapa ketentuan yang biasanya berlaku yaitu dengan memperhatikan:

1.      aspek substansi

perlu dilihat dari bobot atau nilai kegunaan manfaat pemecahan masalah melalui tindakan seperti nilai aplikatifnya untuk memecahkan masalah serupa/mirip kegunaan metodologik dengan diketemukannya model tindakan dan prosedurnya, serta kegunaan teoritik dalam memperkaya atau mengoreksi teori pembelajaran yang berlaku. Sedang dari sisi orisinalitas, apakah pemecahan dengan model tindakan itu merupakan suatu hal baru yang belum pernah dilakukan guru sebelumnya. Jika sudah pernah berarti hanya merupakan pengulangan atau replikasi saja.

2.      aspek formulasi

masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat interogatif (pertanyaan), meskipun tidak dilarang dirumuskan dalam bentuk deklaratif (pernyataan). Hendaknya dalam rumusan masalah tidak terkandung masalah dalam masalah, tetapi lugas menyatakan secara eksplisit dan spesifik tentang apa yang dipermasalahkan.

3.      aspek teknis.

menyangkut kemampuan dan kelayakan peneliti untuk melakukan penelitian terhadap masalah yang dipilih. Pertimbangan yang dapat diajukan seperti kemampuan teoritik dan metodologik pembelajaran, penguasaan materi ajar, kemampuan metodologi penelitian tindakan, kemampuan fasilitas untuk melakukan penelitian seperti dana, waktu, tenaga, dan perhatian terhadap masalah yang akan dipecahkan.

4. Apa saja yang tercantum dalam tujuan dan kegunaan suatu penelitian?

Yang tercantum dalam tujuan

§  Mampu mendiskripsikan makna inti dari kesimpulan penelitian

§  Mampu mendiskripsikan hubungan antara rumusan masalah penelitian dengan kesimpulan penelitian

§  Mampu mendiskripsikan hubungan antara hasil penelitian dengan kesimpulan penelitian

§  Mampu mendiskripsikan hal-hal yang seharusnya ada dalam kesimpulan penelitian

 

Yang tercantum dalam kegunaan

Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi

alasan kelayakan atas masalah yang diteliti.

dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.

5. Bagaimana cara memilih teori yang tepat dan cara membuat kerangka pemikiran yang tepat?

  • Cara memilih teori yang baik

sesuai dengan dengan masalah yang di kaji, berasal dari sumber yang relevan yang sesuai dengan tema dan topik penelitian, sumber teori bersifat mutakhir dan uptodate (terbaru ) jadi sumber tidak usang.

  • tahapan dalam membuat kerangka pemikiran :

1.      Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian diturunkan dari perumusan masalah/identifikasi masalah, dengan demikian apa yang diinginkan dalam penelitian terlihat jelas.

2.      Operasionalisasi variabel. Dari judul dibuat dimensi-dimensi yang tersusun dalam operasionalisasi varibael.

3.      Teori. Kajian teoritis dari referensi yang cukup akurat, disajikan secara komprehensip sehingga alur pikir penulis/peneliti jelas kemana arah penelitian akan dilakukan.

4.      Empiris. Bukti-bukti empiris yang menunjukan bahwa ada kesesuaian antara teori dan kenyataannya. dapat dicantumkan penelitian terdahulu yang judul atau tema berdekatan dengan judul yang akan diteliti.

 

6. Bagaimana sebenarnya proses tahapan dalam pelaksanaan penelitian?

Adapun beberapa tahapan dalam penelitian adalah:

1.      Pendahuluan

Pendahuluan merupakan tahap pertama dalam melakukan penelitian mengungkapkan alasan utama kepada pembaca mengapa peneliti memilih suatu masalah tersebut, sehingga pembaca dapat memahami mengenai masalah tersebut yang dilihat dari sisi ilmiah.

2.      Mengidentifikasi Masalah

Yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian.

3.      Membuat Hipotesa

Hipotesa merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesa biasanya dibagai menjadi dua tahapan: pertama, tentukan hipotesa penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variable yang sedang diteliti. Kedua, tentukan hipotesa operasional yang terdiri dari Hipotesa 0 (H0) dan Hipotesa 1 (H1). H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral.

4.      Studi Literature

Tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.

5.      Membuat Definisi Operasional

Definisi operasional adalah menjadikan variable-variabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannay dengan proses pengukuran variable-variabel tersebut. Defines operasional memiliki sifat mengubah sifat abstrak menjadi operasioanl sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran.

6.      Menyusun Desain Penelitian

Desain penelitian adalah alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan proses penentuan  instrument pengambilan data, penentuan sample, pengumpulan data dan analisis. Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian merupaka alat penelitian yang digunakan untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan, tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan tidak akan menghasilkan suatu validitas yang tinggi.

7.      Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran

Pada tahap ini yaitu menentukan alat pengumpulan data seperti obesrvasi yaitu pengumpulan data melalui pengamatan oleh pengumpul data terhadap gejala/peristiwa yang ditelitinoleh obyek peneliti.

8.      Melakukan Analisis Statistik

Analisis statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variable, memprediksi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, untuk melihat perbedaan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain atau analisis statistic.

9.      Menggunakan Komputer untuk Analisa Data

Tahapan ini merupakan tahapan penganalisisasn data proses analaisis disni menggunakan computer yang di dukung dengan aplikasi analisis data biasanya aplikasi yang sering digunakan adalah aplikasi SPSS.

10.   Menulis Laporan Hasil Penelitian

Tahapan ini adalah tahapan paling terakhir dalam penelitian yaitu membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan yang bersifat tertulis ini dibuat agar peneliti dapat mengkomunikasikan hasil dari penelitian yang dilakukannya kepada para pembaca.

7. Mengapa kita harus membuat rancangan terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian?

Pada tahap ini yaitu menentukan alat pengumpulan data seperti obesrvasi yaitu pengumpulan data melalui pengamatan oleh pengumpul data terhadap gejala/peristiwa yang ditelitinoleh obyek peneliti.

8. Apa yang dimaksud dengan konsep, konstruk dan variabel, berikan contohnya?

Konsep adalah penggambaran suatu fenomena secara abstrak yang dibentuk dengan jalan membuat generalisasi terhadap sesuatu. Konstruk adalah konsep yang dibuat dan dihasilkan secara sadar untuk keperluan ilmiah.

Contoh Konsep/Konstruk :

  1. Produktivitas, merupakan ukuran sejauh mana sumber-sumber daya digunakan dan dipadukan dalam organisasi dan digunakan untuk mencapai hasil.
  2. Efisiensi, merupakan perbandingan (ratio) antara tindakan-tindakan yang dilakukan (input) dengan hasil-hasil yang diperoleh (outpout).
  3. Gairah Kerja, merupakan suasana yang diciptakan oleh sikap-sikap para anggota suatu organisasi.
  4. Motivasi, merupakan suatu proses yang mendorong, mengarahkan dan memelihara perilaku manusia ke arah pencapaian suatu tujuan.
  5. 5. Konflik Kerja, merupakan segala macam bentuk pertikaian yang terjadi dalam organisasi, baik antara seseorang dengan seseorang lainnya, antara seseorang dengan kelompok, antara kelompok dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan organisasi atau mungkin antara perseorangan dengan organisasi atau mungkin antara perseorangan dengan organisasi secara keseluruhan.

Variabel adalah sebuah konsep (F. N. Kerlinger : Asas-asas Penelitian Behavioral, 1985); Gejala yang bervariasi (Sutrisno Hadi : Metodologi Research, 1973). Kesimpulan, variabel adalah konsep yang memiliki bermacam-macam nilai.

Contoh Variabel :

a)      Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan di PT Baninusa Indonesia. (Ragam nilainya: Rendah – Sedang – Tinggi).

b)      Tingkat Efisiensi Kerja Wartawan di Perhimpunan Wartawan Indonesia Bandung.  (Ragam nilainya: Rendah – Sedang – Tinggi).

c)      Tingkat Gairah Kerja Karyawan pada Perusahaan Percetakan CV Buana Mekar Bandung.  (Ragam nilainya: Rendah – Sedang – Tinggi).

9. Jelaskan perbedaan variabel Independen, Dependen dan Moderator (Intervening)!

v  Variabel independen
Variabel independen adalah variabel yang menjadi sebab atau berubahnya suatu variabel lain (variabel dependen). Juga sering disebut dengan variabel bebas, prediktor, stimulus, eksougen atau antecendent.

 

v  Variabel dependen
Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel lain (variabel bebas). Juga sering disebut variabel terikat, variabel respons atau endogen.

 

v  Variabel Moderating
Variabel moderating adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Sekali lagi, memperkuat atau memperlemah. Variabel moderating juga sering disebut sebagai variabel bebas kedua dan sering dipergunakan dalam analisis regresi linear, atau pada structural equation modeling.

10. Ada berapa jenis variabel yang saudara ketahui dan terangkan pengertiannya masing-masing minimal 5 jenis variabel!

1.      Variabel independen
Variabel independen adalah variabel yang menjadi sebab atau berubahnya suatu variabel lain (variabel dependen). Juga sering disebut dengan variabel bebas, prediktor, stimulus, eksougen atau antecendent.

2.       Variabel dependen
Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel lain (variabel bebas). Juga sering disebut variabel terikat, variabel respons atau endogen.

3.       Variabel Moderating
Variabel moderating adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel moderating juga sering disebut sebagai variabel bebas kedua dan sering dipergunakan dalam analisis regresi linear, atau pada structural equation modeling

4.      Variabel intervening
Adalah variabel yang menjadi media pada suatu hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

5.      Variabel control
Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan, atau dijadikan acuan bagi variabel yang lain.

6.      variabel dinamis

Semua jenis variabel di atas merupakan variabel statis, yang berarti tidak berubah selama proses penelitian berlangsung. Variabel dinamis biasanya dipergunakan dalam penelitian kualitatif sehingga tidak akan terlalu banyak dibahas di sini.

11. Sebutkan jenis penelitian yang Anda ketahui (5 saja), dan berikan contoh masing-masing dalam sebuah kajian penelitian terkait dengan sistem informasi!

-          Berdasarkan hasil / alasan yang diperoleh :

1.      Basic Research (Penelitian Dasar): mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;

2.      Applied Reseach (Penelitian Terapan) :  mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.

-          Berdasarkan Bidang yang diteliti:

1. Penelitian Sosial: Secara khusus meneliti bidang sosial : ekonomi, pendidikan, hukum dsb;

2.   Penelitian Eksakta<:Secara khusus meneliti bidang eksakta : Kimia, Fisika, Teknik; dsb;

-          Berdasarkan Tempat Penelitian :

1.      Field Research (Penelitian Lapangan / Kancah): langsung di lapangan;

2.      Library Research (Penelitian Kepustakaan) : Dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;

3.      Laboratory Research (Penelitian Laboratorium) : dilaksanakan pada tempat tertentu / lab , biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;

-          Berdasarkan Teknik yang digunakan :

1.      Survey Research (Penelitian Survei)

Tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti:

2.      Experimen Research (Penelitian Percobaan)

Dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti;

-          Berdasarkan Keilmiahan :

1.      Penelitian Ilmiah

Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah / meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar / tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu :

a.       Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:

b.      Kemampuan untuk meramalkan : sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat / waktu lain;

2.      Penelitian non ilmiah

Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah.

-          Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), dll

-          Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan)

variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan / menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen

12. Sebut dan jelaskan jenis penelitian korelasional dan berikan contohnya (dalam ilmu sistem informasi)!

Pengertian

Metode penelitian korelasional adalah untuk mendeteksi sejauhmana variasi-variasi pada suatu factor berkaitan dengan fariasi-fariasi pada satu atau lebih factor lain berdasarkan pada koevisien korelasi ( Suryabrata, 2003;82 )

Contoh

Studi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa

13. Jelaskan langkah-langkah penelitian ekperimen dan action, sertai dengan contoh dalam ilmu teknologi informasi!

ü  Langkah-langkah Pokok penelitian ekperimen

• Identifikasi dan definisikan masalah

• Rumuskan hipotesis berdasarkan studi pustaka

• Definisikan pengertian-pengertian dasar dan variabel utama

• Susun rancangan penelitian

• Laksanakan eksperimen

• Organisasikan data hasil eksperimen

• Analisis data dan lakukan pengujian hipotesis

• Interpretasi hasil analisis, diskusikan dan susun laporan

ü  Contoh Penelitian ekperimen

 

ü  Langkah-langkah Pokok penelitian tindakan

  • Definisikan masalah dan tetapkan tujuan
  • Lakukan telaah/studi pustaka
  • Rumuskan hipotesis atau strategi pendekatan yang spesifik
  • Susun rancangan penelitian dan jelaskan prosedur-prosedur serta kondisinya
  • Tentukan kriteria evaluasi dan teknik pengukuran untuk umpan balik
  • Laksanakan eksperimen
  • Analisis data, evaluasi dan susun laporan

ü  Contoh Penelitian Tindakan

  • Penelitian-penelitian di bidang pemanfaatan teknologi komputer

14. Bagaimana cara merancang atau mendesain jenis penelitian deskriptif, verifikatif, dan action, beri contohnya!

Penelitian Deskriptif adalah Suatu Penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk memberikan Gambaran atau Deskripsi tentang suatu keadaan secara Objektif. Desain penelitian ini digunakan untuk Memecahkan atau Menjawab Permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang. Penelitian Deskriptif juga berarti Penelitian yang dimaksudkan untuk menjelaskan Fenomena atau Karakteristik Individual, Situasi atau Kelompok tertentu secara Akurat. Dengan kata lain : Penelitian Deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan seperangkat peristiwa atau kondisi populasi saat ini.

15. Sebutkan jenis-jenis metode pengumpulan data, dengan menyebutkan kelebihan dan kekurangan masing-masing!

Pengumpulan Data Dengan Metode Test

Test merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti.

v  Keunggulan metode ini adalah :

1.      Lebih akurat karena test berulang-ulang direvisi.

2.      Instrument penelitian yang objektif.

v  kelemahan metode ini adalah :

1.      Hanya mengukur satu aspek data.

2.      Memerlukan jangka waktu yang panjang karena harus dilakukan secara berulang-ulang.

Pengumpulan Data Dengan Metode Non Test

Untuk melengkapi data hasil tes akan lebih akurat hasilnya bila dipadukan dengan data-data yang dihasilkan dengan menggunakan tehnik yang berbeda, berikut disajikan alat pengumpul data dalam bentuk non tes.

Observasi
Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Berikut alat dan cara melaksanakan observasi

v  Keunggulan metode ini adalah :

1.      Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi, hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah.

2.      Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi, misalnya terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuisioner.

3.      Kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer.

4.      Banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain, yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian.

  • Catatan Anekdot (Anecdotal Record )

Alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian, catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi. Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya, bukan pendapat pencatat tentang kejadian tersebut.

  • Catatan Berkala (Incidental Record)

Pencatatan berkala walaupun dilakukan berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi tidak dilakukan terus menerus, melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka waktu yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap kali pengamatan.

  • Daftar Chek (Check List )

Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah daftar yang memuat nama observer dan jenis gejala yang diamati.

  • Skala Penilaian (Rating Scale)

Pencatatan data dengan alat ini dilakukan seperti chek list. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat. Dalam rating scale tidak hanya terdapat nama objek yang diobservasi dan gejala yang akan diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan atau jenjang setiap gejal tersebut.

  • Peralatan Mekanis (Mechanical Device)

Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada saat observasi berlangsung, karena sebagian atau seluruh peristiwa direkan dengan alat elektronik sesuai dengan keperluan.

Angket Tertulis
Alat ini memuat sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh koresponden secara tertulis juga. Dengan mengisi angket ini responden memberikan keterangan tentang sejumlah hal yang relevan bagi keperluan bimbingan, seperti keterangan tentang keluarga, kesehatan jasmani, riwayat pendidikan dll.

Wawancara Informasi
Wawancara informasi merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari siswa secara lisan.

Otobiografi
Otobiografi merupakan karangan yang dibuat oleh siswa mengenai riwayat hidupnya sampai pada saat sekarang. Riwayat hidup itu dapat mencakup keseluruhan hidupnya dimasa lamoau atau hanya beberapa aspek kehidupannya saja.

Sosiometri
Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan social dalam suatu kelompok, yang berukuran kecil antara 10-50 orang, data diambil berdasarkan preferensi pribadi antara anggota kelompok.

16. Bagaimana cara membuat kuesioner yang baik dan cara melakukan wawancara yang tepat!

  • Kuesioner yang baik

a)      kelompok identitas responden

(1) Nama,

(2) Tanggal lahir/Usia,

(3) kedudukan/jabatan dalam kelompok

b)      kelompok pertanyaan pokok

Yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku yang ingin diketahui/ditelusur dari responden.

c)      pertanyaan sosiometris

Yaitu pertanyaan tentang darimana responden tersebut memperoleh informasi tertentu.

  • Wawancara yang tepat

Ø  Sebelum melakukan wawancara perhatikan hal berikut.

1.      Menghubungi orang yang akan diwawancara, baik langsung maupun tidak langsung dan pastikan kesediaannya untuk diwawancarai.

2.      Persiapkan daftar pertanyaan yang sesuai dengan pokok-pokok masalah yang akan ditanyakan dalam wawancara. Persiapkan daftar pertanyaan secara baik dengan memperhatikan 6 unsur berita, yaitu 5W + 1H. Pada saat kegiatan wawancara berlangsung usahakan tidak terlalu bergantung pada pertanyaan yang telah disusun.

3.      Berikan kesan yang baik, misalnya datang tepat waktu sesuai perjanjian.

4.      Perhatikan cara berpakaian, gaya bicara, dan sikap agar menimbulkan kesan yang simpatik.

Ø  Pada saat wawancara Anda perlu memperhatikan pegangan umum pelaksanaan wawancara berikut ini.

1.      Jelaskan dulu identitas Anda sebelum wawancara dimulai dan kemukakan tujuan wawancara.

2.      Mulai wawancara dengan pertanyaan yang ringan dan bersifat umum. Lakukanlah pendekatan tidak langsung pada persoalan, misalnya lebih baik tanyakan dulu soal kesenangan atau hobi tokoh. Jika dia sudah asyik berbicara, baru hubungkan dengan persoalan yang menjadi topik Anda.

3.      Sebutkan nama narasumber secara lengkap dan bawalah buku catatan, alat tulis, atau tape recorder saat melakukan wawancara.

4.      Dengarkan pendapat dan informasi secara saksama, usahakan tidak menyela agar keterangan tidak terputus. Jangan meminta pengulangan jawaban dari narasumber.

5.      Hindari pertanyaan yang berbelit-belit.

6.      Harus tetap menjaga suasana agar tetap informatif. Hormati petunjuk narasumber seperti “off the record”, “no comment”, dan lain-lain. Hindari pertanyaan yang menyinggung dan menyudutkan narasumber.

7.      Harus pandai mengambil kesimpulan, artinya tidak semua jawaban dicatat.

8.      Beri kesan yang baik setelah wawancara. Jangan lupa mohon diri dan ucapkan terima kasih dan mohon maaf!

 

17. Sebelum analisis data dilakukan maka data perlu diolah terlebih dulu, jelaskan langkah-langkah pengolahan datanya!

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan data adalah:

a.       Variabel

b.      Skala pengukuran (Skala Nominal, Skala Ordinal, Skala Interval, Skala Ratio)

c.       Tipe skala (Skala Likert, Skala Guttman, Semantic Differensial, Rating Scale)

d.      Instrumen penelitian

e.       Validitas dan Reliabilitas instrumen.

Tahap-tahap pengolahan data, pada umumnya adalah:

• Pemeriksaan/Validitas data lapangan

• Pengkodean

• Pemasukan data (entry data)

• Pengolahan Data

• Hasil Pengolahan Data à analisis data

18. Jelaskan alasan peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas alat ukur (kuesioner), dan bagaimana analisisnya?

Alasan dilakukannya uji validitas yaitu alat ukur untuk mengetahui ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dikumpulkan yang dikumpulkan oleh peneliti, sehingga betul‑betul mengukur apa yang seharusnya di­ukur. Karena alat ukur sangat menetukan hasil penelitian yang akan dilakukan untuk menguji tingkat validitas dalam penelitian dapat digunakan teknik analisis koefisien korelasi produk moment person. Yaitu dengan mengkorealsikan masing-masing item alat ukur dengan total alat ukur. Sebagai contoh,  ingin mengukur kemampuan siswa da­lam matematika. Kemudian diberikan soal dengan kalimat yang pan­jang dan yang berbelit‑belit sehingga sukar ditangkap maknanya.

Sedangkan alasan dilakukannya reliabilitas karena untuk mengukur ketepatan atau keajegan alat tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya. Artinya ketika alat ukur itu digunakan maka akan menghasilkan hasil yang sama. Contoh nyata adalah timbangan atau meteran.contoh lainnya yaitu alat ukur prestasi belajar seperti tes hasil belajar, tes hasil belajar dikatakan ajeg apabila hasil pengukuran saat ini menunjukkan kesamaan hasil pada saat yang berlainan waktunya, terhadap siswa yang sama, selain alat ukur tes hasil belajar yaitu alat ukur kuesioner yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden . Dalam menggunakan metode angket atau kuesioner, instrumen yang dipakai adalah angket atau kuesioner. Cara meng analisis data kuesioner dapat dilihat dari :

- Dipandang dari cara menjawabnya, dibedakan menjadi 2 yaitu :

a. Kuesioner terbuka yaitu kuesioner yang memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.

b. Kuesioner tertutup yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih.

- Dipandang dari jawaban yang diberikan:

a. Kuesioner langsung : yaitu responden menjawab tentang dirinya

b. Kuesioner tidak langsung : yaitu jika responden menjawab tentang orang lain

- Dipandang dari bentuknya:

a. Kuesioner pilihan ganda : yaitu sama dengan kuesioner tertutup

b. Kuesioner isian : yaitu sama dengan kuesioner terbuka

c. Check list : yaitu sebuah daftar dimana responden tinggal mebubuhkan tanda cek (v) pada kolom yang sesuai

- Rating – skale (skala bertingkat), yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan . Misal mulai dari sangat setuju , setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju.

19. Jelaskan langkah-langkah analisis data, apabila datanya berskala nominal, ordinal, interval dan rasio.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menganalisis data berskala nominal yaitu pertama mengkategorikan data, kedua memberi nama dan ketiga menghitung fakta-fakta dari obyek yang diteliti. Dimana angka yang diberikan pada obyek hanya mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukkan tingkatan yang berarti. Skala nominal akan menghasilkan data yang disebut data nominal atau data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari mengkategorikan, memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari objek yang diobservasi.

Contoh: Mengkategorikan pegawai pria dan wanita dengan jenis kelamin yaitu

1:Pria; 2:Wanita
Data berskala ordinal adalah skala yang merupakan tingkat ukuran kedua, yang berjenjang sesuatu yang menjadi ‘lebih’ atau ‘kurang’ dari yang lainnya. Ukuran ini digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah hingga tertinggi dan sebaliknya yang berarti peneliti sudah melakukan pengukuran terhadap variable yang diteliti. Langkah-langkah dalam menganalisis data ini yaitu pertama kita harus mengurutkan data yang ada mulai dari data yang terkecil sampai terbesar.

Contoh :

w Variable sikap : 3 = “setuju”, 2 = “ragu-ragu/ tidak  berpendapat, dan 1= “tidak setuju”

w  Pendidikan (SD, SLTP, SLTA, Perguruan tinggi)

Skala interval merupakan tingkat pengukuran ke tiga, dimana pemberian angka pada set objek yang memilih sifat ordinal yaitu tingkat pengukuran urutan dari rendah ke tinggi  ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni memberikan nilai absolute pada data/ objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0) absolute (tidak ada nilainya).

Contoh :

Variable nilai ujian : A = 86-99, B = 76-85, C = 66-75 D = 56-65

Data berskala rasio merupakan tingkat pengukuran tertinggi, dimana ukuran ini mencakup semua persyaratan pada ketiga jenis ukuran sebelumnya, ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni ukuran ini memberikan nilai absolute pada data/objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0).

Contoh : Variable nilai ujian dari 0 – 100

20. Jelaskan perbedaan mendasar dari analisis korelasi, regresi sederhana dan multivariate! serta kegunaannya?

  • Regresi

Suatu teknik statistik yang yang digunakan untuk memprediksi probabilitas obyek-obyek yang menjadi milik dua atau lebih kategori yang benar-benar berbeda yang terdapat dalam satu variable tergantung didasarkan pada beberapa variable bebas.

Kegunaan

Untuk menganalisis secara bersmaan pengaruh beberapa   variable bebas terhadap satu variable tergantung

  • Korelasi

Suatu teknik statistik yang digunakan untuk menentukan tingkatan asosiasi linear antara dua perangkat variable, dimana masing-masing perangkat terdiri dari beberapa variable

kegunaan

Untuk menentukan tingkat hubungan linear dua perangkat beberapa variable

  • Multivariate

suatu teknik statistik yang digunakan untuk menghitung pengujian signifikansi perbedaan rata-rata secara bersamaan antara kelompok untuk dua atau lebih variable tergantung. Teknik ini bermanfaat untuk menganalisis variable-variabel tergantung lebih dari dua  yang berskala interval atau rasio.

kegunaan

Untuk menentukan apakah terdapat perbedaan signifikan secara statistik pada beberapa variable yang terjadi secara serentak antara dua tingkatan dalam satu variable

 

REFERENSI

http://merrysarlita.blogspot.com/2010/10/topik-tema-judul.html

http://bayusumilir.wordpress.com/2010/03/02/persoalan-sosial/

http://anugrahbumi.wordpress.com/2010/05/13/hakikat-masalah-penelitian-cara-menemukan-dan-merumuskan-sebuah-masalah/

http://sambasalim.com/metode-penelitian/konsep-konstruk-dan-variabel.html

http://jonikriswanto.blogspot.com/2008/10/variabel-penelitian.html

http://adityasetyawan.wordpress.com/2009/10/14/desainrancangan-penelitian-deskriptif-pdf-version/

http://maxdy1412.wordpress.com/2010/05/11/jenis-data-dan-metode-pengumpulan-data/

http://uripsantoso.wordpress.com/2008/04/08/teknik-membuat-kuesioner-tracer-study/

http://www.sentra-edukasi.com/2009/11/cara-wawancara-dengan-baik-benar.html

http://www.azuarjuliandi.com/openarticles/masalahpenelitian.pdf

http://www.infoskripsi.com/Proposal/Proposal-Penelitian-Kualitatif-Skripsi.html

http://azis-artikel.blogspot.com/2009/01/membuat-kerangka-pemikiran.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dipublikasi di METODOLOGI PENELITIAN | 2 Komentar

“KOPROL” transparan


Koprol adalah salah satu jejaring soasial yang bisa dibilang sedang  naik daun. Baik itu dari kalangan remaja sampai dengan orang yang sudah dewasa sekalipun. Selain itu, koprol juga menyuguhkan aplikasi yang lebih transparan “bisa koment tanpa harus mengadd”.  Harapan saya, semoga KOPROL tidak dijadikan media untuk hal-hal yang negatif seperti jejaring sosial yang lainnya. Amiiennn.  Mari perbanyak sahabat dan tebarkan tali persahabatan,,,,

NIesha

Dipublikasi di Uncategorized | 7 Komentar

S.I


Latar belakang

Ketika pertama kali dikembangkan, Linux tidak didukung dengan threading di dalam kernelnya, tetapi dia mendukung proses-proses sebagai entitas yang dapat dijadwalkan melalui clone system calls. Sekarang Linux mendukung penduplikasian proses menggunakan system call clone dan fork. Clone mempunyai sifat mirip dengan fork, kecuali dalam hal pembuatan copy dari proses yang dipanggil dimana ia membuat sebuah proses yang terpisah yang berbagi address space dengan proses yang dipanggil.

Pembagian address space dari parent process memungkinkan cloned task bersifat mirip dengan thread yang terpisah. Pembagian address space ini dimungkinkan karena proses direpresentasikan di dalam Kernel Linux. Di dalam Kernel Linux setiap proses direpresentasikan sebagai sebuah struktur data yang unik. Jadi, daripada menciptakan yang baru maka struktur data yang baru mengandung pointer yang menunjuk ke tempat dimana data berada. Jadi ketika fork dipanggil, proses yang baru akan tercipta beserta duplikasi dari segala isi di struktur data di parent process, namun ketika clone dipanggil, ia tidak menduplikasi parent processnya tetapi menciptakan pointer ke struktur data pada parent process yang memungkinkan child process untuk berbagi memori dan sumber daya dari parent processnya.

 Project LinuxThread menggunakan system call ini untuk mensimulasi thread di user space. Sayangnya, pendekatan ini mempunyai beberapa kekurangan, khusunya di area signal handling, scheduling, dan interprocess synchronization primitive.

Pendahuluan

Linux adalah sebuah sistem operasi komputer. Pembangunan Linux dimulai tahun 1990 oleh Linus Torvald, seorang mahasiswa dari University of Helsinki, Finlandia. Saat ini, Linux adalah salah satu pilihan sistem operasi selain Microsoft Windows, UNIX, Solaris, QNX dan beberapa sistem operasi lainnya.

Sebagai sistem operasi, Linux bertugas mengambil kendali infrastruktur perangkat keras (hardware) ketika pertama kali sistem tersebut dijalankan. Linux mendukung berbagai platform hardware dari mulai PC berbasiskan Intel, Macintosh, Amiga, Silicon Graphics, Digital Alpha, sampai dengan perangkat mini computer seperti PDAdan pocket PC.

Sebenarnya nama Linux adalah nama inti dari sistem operasi itu saja (kernel), bukan seluruh aplikasi yang terpaket dalam CD atau aplikasi-aplikasi yang berjalan diatasnya, namun sudah umum diketahui bahwa sistem operasi dengan kernel Linux disertai aplikasi-aplikasi pendukungnya disebut secara keseluruhan sebagai Linux.

Linux mengatur semua proses di dalam sistem melalui pemeriksaan dan perubahan terhadap setiap struktur data task_struct yang dimiliki setiap proses. Sebuah daftar pointer ke semua struktur data task_struct disimpan dalam task vector. Jumlah maksimum proses dalam sistem dibatasi oleh ukuran dari task vector. Linux umumnya memiliki task vector dengan ukuran 512 entries. Saat proses dibuat, task_struct baru dialokasikan dari memori sistem dan ditambahkan ke task vector. Linux juga mendukung proses secara real time. Proses semacam ini harus bereaksi sangat cepat terhadap event eksternal dan diperlakukan berbeda dari proses biasa lainnya oleh penjadwal.

Proses akan berakhir ketika ia memanggil exit(). Kernel akan menentukan waktu pelepasan sumber daya yang dimiliki oleh proses yang telah selesai tersebut. Fungsi do_exit akan dipanggil saat terminasi yang kemudian memanggil __exit_mm/files/fs/sighand() yang akan membebaskan sumber daya. Fungsi exit_notify() akan memperbarui hubungan antara proses induk dan proses anak, semua proses anak yang induknya berakhir akan menjadi anak dari proses init. Terakhir akan dipanggil scheduler untuk menjalankan proses baru.

Deskriptor Proses

Kernel adalah aplikasi yang selalu berjalan ketika menjalankan sistem operasi. Karena program2 ini selalu difungsikan ikut serta memberi service terhadap setiap instruksi yang mengeksekusi data sekaligus menjalankan aplikasinya.

Dalam sistem operasi Linux, Kernel memegang peranan penting khususnya dalam membantu manajemen memori(pengalokasian dan pembebasan pages,kumpulan pages,dan kumpulan blok kecil memori dan swaping (pemindahan data dengan melibatkan virtual memori sehingga bisa memetakan alamat ruang dari proses yang berjalan).

Pada tabel kernel pages memetakan sebanyak mungkin memori fisik dalam range alamat. Alamat fisik yang ditempati oleh kode kernel dan data telah dipesan dan tak akan dialokasikan untuk tujuan
lain.

Kernel memelihara informasi tentang setiap proses di sebuah deskriptor proses dengan tipe task_struct. Setiap deskriptor proses mengandung informasi antara lain status proses, ruang alamat, daftar berkas yang dibuka, prioritas proses, dan sebagainya. Berikut gambaran isinya:

Contoh 7-1. Isi Deskriptor Proses

                                              struct task_struct{                                                 volatile long state;                                                                                             /*-1 unrunnable,                                                                                                0 runnable,                                                                                                >0 stopped*/                                                 unsigned long flags;                                                                                             /* 1 untuk setiap flag proses */                                                 mm_segment_t_addr_limit;                                                                                             /* ruang alamat untuk thread */                                                 struct exec_domain *exec_domain;                                                 long need_resched;                                                 long counter;                                                 long priority;                                                 /* SMP and runqueue state */                                                              struct task_struct *next_task, *prev_task;                                                              struct task_struct *next_run, *prev_run;                                                              …                                                 /* task state */                                                 /* limits */                                                 /* file system info */                                                 /* ipc stuff */                                                 /* tss for this task */                                                 /* filesystem information */                                                 /* open file information */                                                 /* memory management info */                                                 /* signal handlers */                                                    …                                               };                                              

Setiap proses di Linux memiliki status. Status proses merupakan array dari flag yang mutually exclusive. Setiap proses memiliki tepat satu keadaan (status) pada suatu waktu. Status tersebut adalah:

  • TASK_RUNNING

Pada status ini, proses sedang atau pun siap dieksekusi oleh CPU.

  • TASK_INTERRUPTIBLE

Pada status ini, proses sedang menunggu sebuah kondisi. Interupsi, sinyal, atau pun pelepasan sumber daya akan membangunkan proses.

  • TASK_UNINTERRUPTIBLE

Pada status ini, proses sedang tidur dan tidak dapat dibangunkan oleh suatu sinyal.

  • TASK_STOPPED

Pada status ini proses sedang dihentikan, misalnya oleh sebuah debugger.

  • TASK_ZOMBIE

Pada status ini proses telah berhenti, namun masih memiliki struktur data task_struct di task vector dan masih memegang sumber daya yang sudah tidak digunakan lagi.

Setiap proses atau pun eksekusi yang terjadwal secara independen memiliki deskriptor prosesnya sendiri. Alamat dari deskriptor proses digunakan untuk mengindentifikasi proses. Selain itu, nomor ID proses (PIDs) juga digunakan untuk keperluan tersebut. PIDs adalah 32-bit bilangan yang mengidentifikasikan setiap proses dengan unik. Linux membatasi PIDs berkisar 0-32767 untuk menjamin kompatibilitas dengan sistem UNIX tradisional.

Karena proses merupakan sesuatu yang dinamis, maka deskriptor proses disimpan dalam memori yang dinamis pula. Untuk itu dialokasikan juga memori sebesar 8KB untuk setiap proses untuk menyimpan proses deskriptornya dan stack proses dari modus kernel. Keuntungan dari hal ini adalah pointer dari deskriptor proses dari proses yang sedang berjalan (running) dapat diakses dengan cepat menggunakan stack pointer. Selain itu, 8KB (EXTRA_TASK_STRUCT) dari memori akan di-cache untuk mem-bypass pengalokasi memori kernel ketika sebuah proses dihapus dan sebuah proses baru dibuat. Kedua perintah free_task_struct dan alloc_task_struct akan digunakan untuk melepaskan atau mengalokasikan memori seukuran 8KB sebagai cache.

Proses yang dijadwalkan untuk dieksekusi dari doubly-linked list dari proses dengan status TASK_RUNNING disebut runqueue. Bagian prev_run dan next_run dari deskriptor proses digunakan untuk membangun runqueue, dengan init_task mengawali daftar tersebut. Sedangkan untuk memanipulasi daftar di deskriptor proses tersebut, digunakan fungsi-fungsi: add_to_runqueue, del_from_runqueue, move_first_runqueue, move_last_runqueue. Makro NR_RUNNING digunakan untuk menyimpan jumlah proses yang dapat dijalankan, sedangkan fungsi wake_up_process membuat sebuah proses menjadi dapat dijalankan.

Untuk menjamin akurasinya, array task akan diperbarui setiap kali ada proses baru dibuat atau pun dihapus. Sebuah daftar terpisah akan melacak elemen bebas dalam array task itu. Ketika suatu proses dihapus, entrinya ditambahkan di bagian awal dari daftar tersebut.

Proses dengan status task_interruptible dibagi ke dalam kelas-kelas yang terkait dengan suatu event tertentu. Event yang dimaksud misalnya: waktu kadaluarsa, ketersediaan sumber daya. Untuk setiap event atau pun kelas terdapat antrian tunggu yang terpisah. Proses akan diberi sinyal bangun ketika event yang ditunggunya terjadi. Berikut contoh dari antrian tunggu tersebut:

Contoh 7-2. Antrian Tunggu

                                                                                                           void sleep_on(struct wait_queue **wqptr) {                                struct wait_queue wait;                                current_state=TASK_UNINTERRUPTIBLE;                                wait.task=current;                                add_wait_queue(wqptr, &wait);                                schedule();                                remove_wait_queue(wqptr, &wait);                                }                                              

Fungsi sleep_on akan memasukkan suatu proses ke dalam antrian tunggu yang diinginkan dan memulai penjadwal. Ketika proses itu mendapat sinyal untuk bangun, maka proses tersebut akan dihapus dari antrian tunggu.

Bagian lain konteks eksekusi proses adalah konteks perangkat keras, misalnya: isi register. Konteks dari perangkat keras akan disimpan oleh task state segment dan stack modus kernel. Secara khusus tss akan menyimpan konteks yang tidak secara otomatis disimpan oleh perangkat keras tersebut. Perpindahan antar proses melibatkan penyimpanan konteks dari proses yang sebelumnya dan proses berikutnya. Hal ini harus dapat dilakukan dengan cepat untuk mencegah terbuangnya waktu CPU. Versi baru dari Linux mengganti perpindahan konteks perangkat keras ini menggunakan piranti lunak yang mengimplementasikan sederetan instruksi mov untuk menjamin validasi data yang disimpan serta potensi untuk melakukan optimasi.

Pembuatan Proses Dan Thread

Linux menggunakan representasi yang sama untuk proses dan thread. Secara sederhana thread dapat dikatakan sebuah proses baru yang berbagi alamat yang sama dengan induknya. Perbedaannnya terletak pada saat pembuatannya. Thread baru dibuat dengan system call clone yang membuat proses baru dengan identitas sendiri, namun diizinkan untuk berbagi struktur data dengan induknya.

Selain itu, ketika mereka akan berbagi alamat tersebut ketika mereka hanya membaca. Inilah proses ringan yang dikenal juga dengan thread.

Thread dibuat dengan __clone(). __clone() merupakan rutin dari library system call clone(). __clone memiliki 4 buah argumen yaitu:

  • fn

fungsi yang akan dieksekusi oleh thread baru

  • arg

pointer ke data yang dibawa oleh fn

  • flags

sinyal yang dikirim ke induk ketika anak berakhir dan pembagian sumber daya antara anak dan induk.

  • child_stack

pointer stack untuk proses anak.

Untuk memulai pembuatan proses baru, clone akan memanggil fungsi do_fork. Hal yang dilakukan oleh do_fork antara lain:

  • memanggil alloc_task_struct yang akan menyediakan tempat di memori dengan ukuran 8KB untuk deskriptor proses dan stack modus kernel.
  • memeriksa ketersediaan sumber daya untuk membuat proses baru.
  • find_empty_procees memanggil get_free_taskslot untuk mencari sebuah slot di array task untuk pointer ke deskriptor proses yang baru.
  • memanggil copy_files/fm/sighand/mm untuk menyalin sumber daya untuk anak, berdasarkan nilai flags yang ditentukan clone.
  • copy_thread akan menginisialisasi stack kernel dari proses anak.
  • mendapatkan PID baru untuk anak yang akan diberikan kembali ke induknya ketika do_fork selesai.

Beberapa proses sistem hanya berjalan dalam modus kernel di belakang layar. Untuk proses semacam ini dapat digunakan thread kernel. Thread kernel hanya akan mengeksekusi fungsi kernel, yaitu fungsi yang biasanya dipanggil oleh proses normal melalui system calls. Thread kernel juga hanya dieksekusi dalam modus kernel, berbeda dengan proses biasa.

http://www.BLOG-E AHTOVIC _ KERNELL LINUX DAN VIRTUA MEMORI.htm

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar

RPL


REKAYASA PERANGKAT LUNAK

(SOFTWARE ENGINEERING)

 I.      PENDAHULUAN

Rekayasa perangkat lunak telah berkembang sejak pertama kali ddiciptakan pada tahun 1940-an hingga kini. Focus utama pengembangannya adalah untuk mengembangkan praktek dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas para praktisi pengembang perangkat luank dan kualitas aplikasi yang dapat digunakan oleh pemakai.

I.1 Sejarah Software Engineering

Istilah software engineering digunakan pertama kali pada akhir 1950-an dan awal 1960-an. Saat itu, masih terdapat perdebatan tajam mengenai aspek engineering dari pengembangan perangkat lunak. Pada tahun 1968 dan 1969, komite sains NATO mensponsori dua konferensi tentang rekayasa perangkat lunak, yang memberikan dampak kuat terhadap pengembangan rekayasa perangkat lunak. Banyak yang menganggap dua konferensi inilah yang menandai awal resmi profesi rekayasa perangkat lunak.

Pada tahun 1960-an hingga 1980-an, banyak masalah yang ditemukan para praktisi pengembangan perangkat lunak. Banyak project yang gagal, hingga masa ini disebut sebagai krisis perangkat lunak. Kasus kegagalan pengembangan perangkat lunak terjadi mulai dari project yang melebihi anggaran, hingga kasusu yang mengakibatkan kerusakan fisik dan kematian. Salah satu kasus yang terkenal antara lain meledaknya roket Ariane akibat kegagalan perangkat lunak. Selama bertahun-tahun, para peneliti memfokuskan usahanay untuk menemukan teknik jitu untuk memecahkan masalah krisi perangkat lunak. Berbagai teknik, metode, alat, proses diciptakan dan diklaim sebagai senjata pamungkas untuk memecahkan kasus ini. Mulai dari pemrograman terstruktur, pemrograman berorientasi objek, pernagkat pembantu pengembangan perangkat lunak (CASE tools), berbagai standar, UML hingga metode formal diagung-agungkan sebagai senjaat pamungkas untuk menghasilkan software yang benar, sesuai anggaran dan tepat waktu. Pada tahun 1987, Fred Brooks menulis artikel No Silver Bullet, yang berproposisi bahwa tidak ada satu teknologi atau praktek yang sanggup mencapai 10 kali lipat perbaikan dalam produktivitas pengembanan perngkat lunak dalam tempo 10 tahun.

Sebagian berpendapat, no silver bullet berarti profesi rekayasa perangkat lunak dianggap telah gagal. Namun sebagian yang lain justru beranggapan, hal ini menandakan bahwa bidang profesi rekayasa perangkat lunak telah cukup matang, karena dalam bidang profesi lainnya pun, tidak ada teknik pamungkas yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi.

I.2 Pengertian Dasar

Istilah Reakayasa Perangkat Lunak (RPL) secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah Software engineering. Istilah Software Engineering mulai dipopulerkan pada tahun 1968 pada software engineering Conference yang diselenggarakan oleh NATO. Sebagian orang mengartikan RPL hanya sebatas pada bagaimana membuat program komputer. Padahal ada perbedaan yang mendasar antara perangkat lunak (software) dan program komputer.

Perangkat lunak adalah seluruh perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak dapat berupa program atau prosedur. Program adalah kumpulan perintah yang dimengerti oleh komputer sedangkan prosedur adalah perintah yang dibutuhkan oleh pengguna dalam memproses informasi (O’Brien, 1999).

Pengertian RPL sendiri adalah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan. Dari pengertian ini jelaslah bahwa RPL tidak hanya berhubungan dengan cara pembuatan program komputer. Pernyataan ”semua aspek produksi” pada pengertian di atas, mempunyai arti semnua hal yang berhubungan dengan proses produksi seperti manajemen proyek, penentuan personil, anggaran biaya, metode, jadwal, kualitas sampai dengan pelatihan pengguna merupakan bagian dari RPL.

  1. II.      TUJUAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Secara umunmm tujuan RPL tidak berbeda dengan bidang rekayasa yang lain. Hal ini dapat kita lihat pada Gambar di bawah ini.

Gambar 1. Tujuan RPL

Dari Gambar di atas dapat diartikan bahwa bidang rekayasa akan selalu berusaha menghasilkan output yang kinerjanya tinggi, biaya rendah dan waktu penyelesaian yang tepat. Secara leboih khusus kita dapat menyatakan tujuan RPL adalah:

  1. memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah
  2. menghasilkan pereangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu
  3. menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenis platform
  4. menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah

 

  1. III.      RUANG LINGKUP

Sesuai dengan definisi yang telah disampaikan sebelumnya, maka ruang lingkup RPL dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2. Ruang lingkup RPL (Abran et.al., 2004).

-          software Requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan persyaratan perangkat lunak

-          software desain mencakup proses penampilan arsitektur, komponen, antar muka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak

-          software construction berhubungan dengan detail pengembangan perangkat lunak, termasuk algoritma, pengkodean, pengujian dan pencarian kesalahan

-          software testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak

-          software maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan

-          software configuration management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu

-          software engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak

-          software engineering tools and methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL

-          software engineering process berhubungan dengan definisi, implementasi pengukuran, pengelolaan, perubahan dan perbaikan proses RPL

-          software quality menitik beratkan pada kualitas dan daur hidup perangkat lunak

  1. IV.      REKAYASA PERANGKAT LUNAK DAN DISIPLIN ILMU LAIN

Cakupan ruang lingkup yang cukup luas, membuat RPL sangat terkait dengan disiplin dengan bidang ilmu lain. tidak saja sub bidang dalam disiplin ilmu komputer namun dengan beberapa disiplin ilmu lain diluar ilmu komputer.

Hubungan keterkaitan RPL dengan ilmu lain dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar 3. Keterkaitan RPL dengan bidang ilmu lain.

-          bidang ilmu manajemen meliputi akuntansi, finansial, pemasaran, manajemen operasi, ekonomi, analisis kuantitatif, manajemen sumber daya manusia, kebijakan, dan strategi bisnis

-          bidang ilmu matematika meliputi aljabar linier, kalkulus, peluang, statistik, analisis numerik, dan matematika diskrit

-          bidang ilmu manajemen proyek meliputi semua hal yang berkaitan dengan proyek, seperti ruang lingkup proyek, anggaran, tenaga kerja, kualitas, manajemen resiko dan keandalan, perbaikan kualitas, dan metode-metode kuantitatif

-          bidang ilmu ergonomika menyangkut hubungan ( interaksi) antar manusia dengan komponen-komponen lain dalam sistem komputer

-          bidang ilmu rekayasa sistem meliputi teori sistem, analisis biaya-keuntungan, pemodelan, simulasi, proses, dan operasi bisnis

  1. V.      PERKEMBANGAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Meskipun baru dicetuskan pada tahun 1968, namun RPL telah memiliki sejarah yang cukup yang panjang. Dari sisi disiplin ilmu, RPL masih reklatif muda dan akan terus berkembang.

Arah perkembangan yang saat ini sedang dikembangkan antara lain meliputi :

Tahun Kejadian
1940an Komputer pertama yang membolehkan pengguna menulis kode program langsung
1950an Generasi awal interpreter dan bahasa macro Generasi pertama compiler
1960an Generasi kedua compiler Komputer mainframe mulai dikomersialkan Pengembangan perangkat lunak pesananKonsep Software Engineering mulai digunakan
1970an Perangkat pengembang perangkat lunak Perangkat minicomputer komersial
1980an Perangkat Komputer Personal (PC) komersial Peningkatan permintaan perangkat lunak
1990an Pemrograman berorientasi obyek (OOP) Agile Process dan Extreme Programming Peningkatan drastis kapasitas memori Peningkatan penggunaan internet
2000an Platform interpreter modern (Java, .Net, PHP, dll) Outsourcing

 

  1. VI.      METODE REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Pada rekayasa perangkat lunak, banyak model yang telah dikembangkan untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak. Model-model ini pada umumnya mengacu pada model proses pengembangan sistem yang disebut System Development Life Cycle (SDLC) seperti terlihat pada Gambar berikut ini.

Gambar 4. System Development Life Cycle (SDLC).

  • Kebutuhan terhadap definisi masalah yang jelas.  Input utama dari setiap model pengembangan perangkat lunak adalah pendefinisian masalah yang jelas.  Semakin jelas akan semakin baik karena akan memudahkan dalam penyelesaian masalah.  Oleh karena itu pemahaman masalah seperti dijelaskan pada Bab 1, merupakan bagian penting dari model pengembangan perangkat lunak.
  • Tahapan-tahapan pengembangan yang teratur.  Meskipun model-model pengembangan perangkat lunak memiliki pola yang berbeda-beda, biasanya model-model tersebut mengikuti pola umum  analysis – design – coding – testing – maintenance
  • Stakeholder berperan sangat penting dalam keseluruhan tahapan pengembangan.  Stakeholder dalam rekayasa perangkat lunak dapat berupa pengguna, pemilik, pengembang, pemrogram dan orang-orang yang terlibat dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
  • Dokumentasi merupakan bagian penting dari pengembangan perangkat lunak.  Masing-masing tahapan dalam model biasanya menghasilkan sejumlah tulisan, diagram, gambar atau bentuk-bentuk lain yang harus didokumentasi dan merupakan bagian tak terpisahkan dari perangkat lunak yang dihasilkan.
  • Keluaran dari proses pengembangan perangkat lunak harus bernilai ekonomis.  Nilai dari sebuah perangkat lunak sebenarnya agak susah di-rupiah-kan.  Namun efek dari penggunaan perangkat lunak yang telah dikembangkan haruslah memberi nilai tambah bagi organisasi. Hal ini dapat berupa penurunan biaya operasi,  efisiensi penggunaan sumberdaya, peningkatan keuntungan organisasi, peningkatan “image” organisasi dan lain-lain.

 

  1. VII.      TAHAPAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Meskipun dalam pendekatan berbeda-beda, namun model-model pendekatan memiliki kesamaan, yaitu menggunaka pola tahapan analysis – design – coding(construction) – testing – maintenance.

  1. Analisis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi komponen-komponennya dengan tujuan mempelajari seberapa bagus komponen-komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk meraih tujuan mereka.

Analisis mungkin adalah bagian terpenting dari proses rekayasa perangkat lunak.  Karena semua proses lanjutan akan sangat bergantung pada baik tidaknya hasil analisis. Ada satu bagian penting yang biasanya dilakukan dalam tahapan analisis yaitu pemodelan proses bisnis.

  1. Model proses adalah model yang memfokuskan pada seluruh proses di dalam sistem  yang mentransformasikan data menjadi informasi (Harris, 2003).  Model proses juga menunjukkan aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses.  Biasanya model ini digambarkan dalam bentuk Diagram Arus Data (Data Flow Diagram / DFD).  DFD meyajikan gambaran apa yang manusia, proses dan prosedur lakukan untuk mentransformasi data menjadi informasi.

 

  1. Disain perangkat lunak  adalah tugas, tahapan atau aktivitas yang difokuskan pada spesifikasi detil dari solusi berbasis computer (Whitten et al, 2004).

Disain perangkat lunak sering juga disebut sebagai physical design.  Jika tahapan analisis sistem menekankan pada masalah bisnis (business rule), maka sebaliknya disain perangkat lunak fokus pada sisi teknis dan implementasi sebuah perangkat lunak (Whitten et al, 2004).

Output utama dari tahapan disain  perangkat lunak adalah spesifikasi disain.  Spesifikasi ini meliputi spesifikasi disain umum yang akan disampaikan kepada stakeholder sistem dan spesifikasi disain rinci yang akan digunakan pada tahap implementasi.  Spesifikasi disain umum hanya berisi gambaran umum agar stakeholder sistem mengerti akan seperti apa perangkat lunak yang akan dibangun.  Biasanya diagram USD tentang perangkat lunak yang baru merupakan point penting dibagian ini.   Spesifikasi disain rinci atau kadang disebut disain arsitektur rinci perangkat lunak diperlukan untuk merancang sistem sehingga memiliki konstruksi yang baik, proses pengolahan data yang tepat dan akurat, bernilai, memiliki aspek user friendly dan memiliki dasar-dasar untuk pengembangan selanjutnya.

Desain arsitektur ini terdiri dari desain database, desain proses, desain user interface  yang mencakup desain  input,  output form dan report, desain hardware, software dan jaringan.  Desain proses merupakan kelanjutan dari pemodelan proses yang dilakukan pada tahapan analisis.

  1. Konstruksi adalah tahapan menerjemahkan hasil disain logis dan fisik ke dalam kode-kode program komputer.

 

  1. Pengujian sistem melibatkan semua  kelompok pengguna yang telah direncanakan pada tahap sebelumnya. Pengujian tingkat penerimaan terhadap perangkat lunak akan berakhir ketika dirasa semua kelompok pengguna menyatakan bisa menerima perangkat  lunak tersebut berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

 

  1. Perawatan dan Konfigurasi. Ketika sebuah perangkat lunak telah dianggap layak untuk dijalankan, maka tahapan baru menjadi muncul yaitu perawatan perangkat lunak.  Ada beberapa tipe perawatan yang biasa dikenal dalam dunia perangkat lunak seperti terlihat pada diagram di Gambar di bawah ini :

 

Gambar 5. Tipe-tipe perawatan.

  • Tipe perawatan  corrective dilakukan jika terjadi kesalahan atau biasa dikenal sebagai bugs.  Perawatan  bisa dilakukan dengan memperbaiki kode program, menambah bagian  yang dirasa perlu atau malah menghilangkan bagian-bagian tertentu.  
  • Tipe perawatan  routine biasa juga disebut preventive maintenance dilakukan secara rutin untuk melihat kinerja perangkat lunak ada atau tidak ada kesalahan. 
  • Tipe perawatan  sistem upgrade dilakukan jika ada perubahan dari komponen-komponen yang terlibat  dalam perangkat lunak tersebut. Sebagai contoh perubahan platform sistem operasi dari versi lama ke versi baru menyebabkan perangkat lunak harus diupgrade.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

IEEE Xplore – Software Engineering, IEEE Transactions on.

http://ieeexplore.ieee.org/xpl/RecentIssue.jsp?punumber=32. Diakses pada tanggal 25 Mei 2009 jam 23.05 WIB

Mulyanto, Aunur R. 2008. Rekayasa Perangkat Lunak Jilid 1 untuk SMK. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta

Pengertian Software Engineering.

http://www.total.or.id/info.php?kk=Software%20Engineering. Diakses pada tanggal 25 Mei 2009 jam 22.50 WIB

Wikipedia, the free encyclopedia – Software engineering .

http://en.wikipedia.org/wiki/Software_engineering. Diakses pada tanggal 25 Mei 2009 jam 23.00 WIB

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

proposal kegiatan PKL


PRAKTEK KERJA LAPANGAN ( PKL)

1.      PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

 Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi pada era globalisasi sangat cepat. Dengan semakin banyaknya pertumbuhan usaha menyebabkan persaingan semakin pesat dan ketat. Pesatnya persaingan usaha tersebut, menjadikan tuntutan bagi mahasiswa sebagai salah satu sumber daya manusia untuk meningkatkan daya intelektualitas serta diikuti langkah profesionalitas agar dapat berperan aktif dalam persaingan. Kebutuhan pengetahuan dan pengalaman digunkan sebagai tolak ukur dalam menghadai persaingan usaha. Penerapan ilmu dalam kegiatan praktek secara langsung digunakan untuk menambah pengalaman yang diperoleh saat kegiatan belajar mengajar.

Praktek kerja lapangan (PKL ) merupakan slaah satu program yang tercantum dalam kurikulum Jurusan Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia. Program tersebut merupakan salah satu prasyarat kelulusan mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia.

Praktek kerja lapangan ini juga merupakan bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar berdasarkan pengalaman diluar system belajar mengajar. Mahasiswa secara perorangan dipersiapkan untuk mendapatkan pengalaman atau keterampilan khusus dari keadaan nyata di lapangan dalam bidangnya masing-masing.

Dalam pengalaman tersebut diharapkkan mahasiswa akan memperoleh keterampilan yang tidak semata-mata bersifat psikomotorik akan tetapi, skil yang meliputi keterampilan fisik, intelektual, social dan manajerial. Dalam kegiatan praktek kerja lapangan (PKL ) ini, para mahasiswa dipersiapkan untuk mengerjakan serangakaian tugas keseharian di tempat kerja tersebut yang menunjang keterampilan akademis yang telah di peroleh di bangku kuliah yang menghubungkan pengetahuan akademis dengan keterampilan.

Perum PEGADAIAN  merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan merupakan salah satu BUMN yang tersebar diseluruh Indonesia. Agar dapat terus mempertahankan posisinya, Perum PEGADAIAN ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai serta didukung oleh karyawan yang terampil dan terlatih. Sarana dan prasarana yang digunakan sudah mengadopsi kemajuan teknologi pada saat ini, sehingga efisiensi proses pelayanan terhadap nasabah dan masyarakat yang membutuhkan jasa Perum PEGADAIAN dapat selalu terjaga kualitas pelayanannya.

Berdasarkan hal diatas maka dibutuhkan suatu pembelajaran yang mampu menunjang dan membimbing mahasiswa, untuk mendapatkan materi pembelajaran di lapangan. Dengan demikian Perum PEGADAIAN merupakan pilihan yang tepat sebagai tempat praktek kerja lapangan bagi mahasiswa Manajemen Informatika.

Setelah mengamati dan mempertimbangkan arah penyusunan PKL  yang akan ditempuh, maka kami bermaksud mengadakan praktek kerja di Perum PEGADAIAN, khususnya dalam bidang analisis system informasi dan system bisnis Manajemen Informatika.

1.2   Tujuan dan Manfaat

1.2.1          Tujuan Umum dan Manfaat

Tujuan umum penyelenggaraan kegiatan PKL yang dilakukan di Perum PEGADAIAN mempunyai tujuan ganda bagi mahasiswa, institusi pendidikan ( Universitas Komputer Indonesia ) dan bagi instansi tempat mahasiswa melakukan praktek kerja.

a)   Tujuan dan Manfaat Bagi Mahasiswa

  1. Menambah wawasan mahasiswa terhadap masalah masalah yang terjadi di luar bangku kuliah yang dapat ditemukan di lokasi PKL.
  2. Menyiapkan mahasiswa sehingga lebih memahami kondisi pekerjaan sesungguhnya.
  3. Melatih mahasiswa untuk berfikir kritis pada perbedaan metode-metode pekerjaan antara teoritis dan praktek kerja di lapangan.
  4. Memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan dan pengetahuan baru melalui kegiatan kerjasama dengan para pakar yang telah berpengalaman di lapangan.
  5. Memeperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh di jurusan Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia.

b)      Tujuan dan Manfaat Bagi Universitas Komputer Indonesia

  1. Mendapatkan umpan balik dari lapangan mengenai isi materi yang telah diberikan di bangku kuliah.
  2. Memperoleh masukan tentang masalah-masalah di tempat praktek kerja lapangan.
  3. Dapat menjembatani penelitian dengan lembaga penelitian Universitas Komputer Indonesia.

c)       Tujuan dan Manfaat Bagi Instansi yang Bersangkutan

  1. Memperoleh masukan yang dapat membantu penyelesaian studi kasus di lapangan sesuai dengan konsentrasi yang ditempuh.
  2. Memperoleh informasi dan masukan baru mengenai  layanan yang sedang dikembangkan.

 

1.2.2          Tujuan Khusus

  1. Mengaplikasikan ilmu dan teori sesuai dengan konsentrasi peserta PKL.
  2. Mengaplikasika ilmu teoritis tentang pekerjaan di dunia kerja atau melakukan serangkaian keterampilan yang sesuai dengan jurusan yang diambil di bangku kuliah dan analisis datanya pada kondisi tempat praktek kerja.
  3. Diharapkan setelah pasca praktek kerja peserta dan perusahaan terjadi hubungan timbale balik yang baik sehingga nantinya peserta dapat direkrut sebagai karyawan.

 

II. PELAKSANAAN PROGRAM

2.1   Waktu pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan PKL dilaksanakan pada periode bulan JUli 2010 di Perum PEGADAIAN.

2.2   Kegiatan Pelaksanaan PKL

  1. Program PKL  Jurusan Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia ini dapat dilaksanakan setiap tahun setelah mahasiswa mengumpulkan minimum 115 ( seratus lima belas )sks dengan IPK diatas 2.75.
  2. Dalam pelaksanaan PKL ini dibagi dalam beberapa kegiatan antara lain :
    1. Pengarahan pelaksanaan PKL oleh dosen pembimbing
    2. Pelaksanaan kegiatan PKL di lapangan atau perusahaan.
    3. Pembuatan laporan PKL beserta bimbingan laporan.
    4. Penyerahan laporan PKL.
    5. Pada proses pelaksanaan PKL di lapangan maka pihak perusahaan mempunyai wewenang penuh terhadap proses pendidikan mahasiswa terutama penyerapan pengetahuan aplikatip di perusahaan.
    6. Setelah pelaksanaan PKL di lapangan selesai mahasiswa di wajibkan membuat laporan PKL yang dibimbing oleh dosen yang ditunjuk oleh jurusan Manajemen Informatika UNIKOM dan pembimbing lapangan yang ditunjuk oleh Perum PEGADAIAN.
    7. Penilaian PKL terdiri dari dua unsure yaitu penilaian dilapangan dari perusahaan dan penilaian laporan PKL oleh dosen pembimbing.

2.3   Metode PKL

Dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan ini digunakan dua metode dalam pengumpulan. Adapun metode praktek yang digunakan ini adalah sbb:

  1. Metode penelitian keperpustakaan

Adalah suatu metode yang digunakan dalam mendapatkan data dengan jalan studi literature di perpustakaan serta dengan membaca sumber-sumber data informasi lainnya yang berhubungan dengan pembahasan. Sehingga dengan penelitian kepustakaan ini diperoleh secara teori mengenai permasalahan yang di bahas.

  1. Metode penelitian lapangan

Metode ini digunakan dalam pengumpulan data, dimana penyelidik secara langsung terjun pada proyek penelitian, sedangkan  cara lain yang dipakai dalam metode ini adalah :

  1. Interview, yaitu suatu metode yang digunakan dalam mendapatkan data dengan jalan mengajukan pertanyaan sevara langsung pada saat perusahaan mengadakan suatu kegiatan.
  2. Observasi, yaitu suatu metode dalam memperoleh data, dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap keadaan yang sebenarnya dalam perusahaan.

 

2.4   Data-data yang diperlukan

Data-data yang dibutuhkan dalam PKL antara lain :

  1. Data-data yang berhubungan dengan bidang analisis system informasi manajemen dari mahasiswa.
  2. Data-data yang berhubungan dengan mekanisme analisis system informasi manajemen.

 

2.5    Pelaksanaan Pembimbingan

Pelaksanaan pembimbingan praktek kerja lapangan akan dilaksanakan oleh :

  1. Pembimbing dari perisahaan setempat yang diharapkan dapat  :
  2. Mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan kerja mahasiswa.
  3. Menandatangani buku kerja atau hasil kerja mahasiswa.
  4. Mengadakan penilaian mahasiswa dalam hal :

v  Disiplin kerja, kerja sama, dan kreativitas mahasiswa.

v  Penguasaan atau keterampilan (ketepatan langkah dan kecermatan), penguasaan alat dan bahan,ketelitian dan keselamatan kerja.

  1. Menjalin komunikasi dalam menyampaikan penilaian pada pembimbing  pada saat kegiataan berlangsung.
  2. Dosen pembimbing atau staf pengajar yang ditunjuk oleh jurusan manajemen informatika Universitas komputer Indonesia yang bertugas membimbing mahasiswa dari awal keberangkatan sampai penilaian akhir kegiatan PKL. Dosen pembimbing yang ditugaskan harus dapat :
    1. Melakukan persiapan atau pembekalan sebelum pemberangkatan mahasiswa.
    2. Membimbing dan bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa.
    3. Melakukan supervisi pelaksanaan PKL dan menjalin komunikasi  dengan pembimbing lapangan. Pada saat supervise tersebut, dosen pembimbing ditugaskan untuk :
      1. Melakukan konfirmasi hasil penelitian  oleh pembimbing lapangan.
      2. Melakukan penelitian hasil kerja mahasiswa ,dalam hal :

-                 Objektifitas lembar isian hasil kerja mahasiswa.

-                 Perilaku mahasiswa.

  1. Melaporkan hasil supervisi pada panitia PKL jurusan Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia.
  2. Materi  kegiatan PKL yang diusulkan

Mahasiswa diwajibkan hadir sesuai jadwal/jam kerja yang berlaku di perusahaan. Kehadiran mahasiswa disahkan oleh pembimbing lapangan dengan bukti tanda tangan atau paraf pada buku kegiatan.

 III.PENUTUP

                Untuk menunjang pelaksanaan praktek kerja lapangan (PKL) Jurusan Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia ini,diharapkan pihak-pihak yang terkait di lingkungan jurusan Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia maupun pihak instansi yang ditempati kerja praktek mahasiswa pada khususnya, dapat membantu dalam memberikan izin pada pelaksanaan PKL.

                Demikian proposal kegiatan yang kami susun. Kami berharap dengan praktek kerja nanti akan didapatkan data-data dari suatu permasalahan yang bisa kami angkat sebagai tema penyusunan laporan praktek kerja. Besar harapan kami untuk mendapatkan dukungan dan bantuan dari semua pihak. Dan atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.

 

Lampiran

Secara garis besar, format laporan adalah sebagai berikut :

Halaman Judul

Lembar Persetujuan

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Kerja Praktek

1.2. Maksud dan Tujuan Kerja Praktek

1.3. Metode Kerja Praktek

BAB II. TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan

2.2. Struktur organisasi

2.3. Proses Bisnis

2.4. Penjelasan Fungsi dan aktifitas pada tiap divisi

BAB III. PROSES PELAYANAN DAN HASIL

3.1. Pengertian dari proses pelayanan

3.2. Diagram alir data proses pelayanan

3.3. Softwere dan hardwere yang digunakan

3.4. Produk Jasa layanan

BAB IV. STUDI KASUS

4.1.Latar Belakang Masalah

4.2.Landasan Teori

4.3.Data dan pengolahan data

4.4.pembahasan

BAB V. PENUTUP

5.1.KESIMPULAN

5.2.SARAN

DAFTAR PUSTAKA

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar