E_business


Pengertian E_Business

Pada dasarnya bisnis merupakan aktivitas menyediakan barang dan jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh orang (konsumen). Aktivitas yang dilakukan dalam bisnis melalui penyediaan barang dan jasa ini bertujuan untuk menghasilkan laba. Sedangkan E-Business itu merupakan suatu implementasi pertukaran barang dan jasa melalui medium elektronis. Dengan E-Business, suatu perusahaan dapat menurunkan total biaya pengeluaran operasional tetap. Lebih jauh, banyak potensi sumber pendapatan baru ditawarkan oleh konsep e-Business.

Fenomena e-Business tidak dapat disangkal telah menjadi trend yang mewarnai aktivitas bisnis di negara-negara maju maupun berkembang. Konsep baru yang berkembang karena kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru ini dianggap sebagai kunci sukses perusahaan-perusahaan di era informasi dan di masa-masa akan datang

Faktor pemicu utama perubahan dalam era informasi adalah teknologi informasi dan pemasaran Revolusi informasi menekankan mass customization dan knowledge intensive. Oleh karena itu, revolusi informasi biasa pula disebut revolusi industri berbasis pengetahuan. Salah satu karakteristik utama era informasi adalah bisnis elektronik atau yang lebih dikenal dengan istilah e-business atau e-commerce. Model bisnis ini menekankan pertukaran informasi dan transaksi bisnis yang bersifat paperless, melalui Electronik Data Interchange (EDI), e-mail, electronic bulletin boards, electronic funds transfer, dan teknologi lainnya yang juga berbasis jaringan. Popularitas e-business dipenghujung abad 20 dan diawal milenium baru ini ditunjang oleh tiga faktor pemicu utama, yaitu:

1) Faktor pasar dan ekonomi
2) Faktor sosial dan lingkungan
3) Faktor teknologi

Perspektif dan Perkembangan e-Busines

Definisi e-business tidak hanya menyangkut transaksi online, namun juga meliputi aktivitas, seperti melakukan riset pasar, mengidentifikasikan peluang dan mitra bisnis, menjalin relasi dengan pelanggan dan pemasok, serta melakukan perancangan produk bersama mitra bismis. Istilah e-business berkaitan erat dengan e-commerce. Bagi sebagian kalangan, istilah e-commerce diartikan secara sempit sebagai traansaksi jual beli produk, jasa dan informasi antar mitra bisnis lewat jaringan computer, termasuk internet. Sedangkan e-business mengacu pada lingkup yang lebih luas dan mencakup pula layanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, dan transaksi elektronik internal dalam sebuah organisasi. Meskipun demikian istilah e-commerce sebenarnya bisa didefinisikan berdasarkan 5 perspektif, yaitu:

PERSPEKTIF DEFINISI E-COMMERCCE FOKUS
1. transaksi online.
2. Komunikasi secara elektronis
3. Efiensi dan layanan pelanggan
4. Otomatisasi proses bisnis
5. Proses customization

Menurut Berryman (1988) ada 3 strategi efektif untuk e-business, yakni :

v  Seller-controllred electronic market place, dalam pasar ini pasar elektronik dibentuk oleh penjual (vendor) tunggal yang mencari banyak pembeli. Tujuannya adalah untuk menciptakan kekuatan pasar dalam setiap transaksi.

v  Buyer-controlled electronic marketplace, pasar elektronik dibentuk oleh satu atau lebih pembeli dengan tujuan mengalihkan kekuatan dan nilai dalam pasar kepada pihak pembeli.

v  Neutral electronic marketplace, pasar elktronik dibentuk oleh perantara pihak ketiga untuk mempertemukan antara penjual dengan banyak pembeli

Menurut Choi, e-commerce atau e-business bisa beranekaragam bentuknya, tergantung pada 3 dimensi utama yaitu :

  • tingkat digilitalisasi produk atau jasa yang dijual,
  • proses, dan perantara (delivery agent)dan
  • dimensi ini bisa berwujud fisik maupun digital.

Aplikasi e-business ditunjang oleh beberapa pilar dan infrastruktur. Empat pilar yang utama:
1) Orang(people) meliputi pembeli, penjual, perantara, manajemen dan staf sistem informasi
2) Kebijakan publik meliputi pajak, perundang-undangan, nama domain
3) Standar teknis, baik untuk dokumen, keamanan, protokol jaringan, maupun pembayaran
4) Organisasi yaitu mitra bisnis, pesaing, asosiasi, dan instansi pemerintah.

Sedangkan infrastruktur pendukung e-business meliputi:

  • Common business services infrastructure, seperti security smart cards, pembayaran elektronis, direktori dan catalog.
  • Messaging and information distribution infrastructure, diantaranya EDI, e-mail, dll.
  • Multimedi content and network publishing infrastructure, seperti HTML, Java, WWW, dan VRML.
  • Network infrastructure, diantaranya jasa Telkom, TV kabel, wireless, internet, VAN,WAN, LAN, intranet, dan extranet.
  • Interfacing infrastructure, baik untuk database, pelanggan, maupun aplikasi. Karakteristik jenis bisnis internet meliputi enam aspek, yaitu:
    1. acces and application provider, yaitu ISP (internet service provider)
    2. transmission, menjual broadband dan narrowband
    3. location information, berupa portal dan e-communities
    4. aggregator, seperti e-marketplace dan e-mail
    5. product/service supply, sepeti e-tailer, berita dan hiburan
    6. intemediation services, untuk tukar menukar seperti lelang online, logistic e-mail, pembelian, dan hiburan interaktif.

E-business diklasifikasikan berdasarkan karakteristik transaksi ada 6, yakni :

  • Business-to-business (B2B)
  •  Business-to-consumer (B2C
  • Consumer-to-consumer (C2C) dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya.
  • Consumer-to-business (C2B) meliputi individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi, serta individu yang mencari penjual, berinteraksi dengan penjual tersebut, dan melakukan transaksi.
  • Non-business electronic commerce, terdiri atas institusi non bisnis seperti lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan instansi pemerintah. Contohnya, www.bappenas.go.id.

MANFAAT E-BUSINESS

Bagi Organisasi

  • Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga perusahaan bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik, dan menjalin relasi dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok.
  • Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan mengakses informasi berbasis kertas (paper-based information).
  • Memungkinkan perusahaan untuk menerapakan mass customination terhadap produk dan jasanya.
    • Menekan waktu antara pembayaran an penerimaan produk/jasa.
    • Meningkatkan produktivitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.
    • Menekan biaya telekomunikasi.

Bagi Konsumen

  • Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap saat (24 jam sehari) dan dari hampir semua lokasi.
  • Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan.
  • Memungkinkan konsumen dalam mendapatkan produk dan jasa yang lebih murah, karena konsumen bisa berbelanja di banyak tempat dan melakukan perbandingan secara tepat.
  • Memfasilitasi kompetisi yang mengarah pada diskon substansial bagi pelanggan.

Bagi Masyarakat Luas

  • Memungkinkan lebih banyak orang bekerja dirumah dan lebih lebih jarang berpergian untuk berbelanja, sehigga kemacetan dan polusi udara bisa berkurang.
  • Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga lebih murah, sehingga bisa terjangkau oleh orang yang kurang mampu.
  • Memfasilitasi penyampaian jasa publik, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi layan sosial pemerintah secara lebih murah dan/atau berkualitas.

Transaksi elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk:

      Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat Informasi  dunia

       Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat

       Meningkatkan effektifitas dan effisiensi pelayanan public

       Membuka kesempatan seluas luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan dibidang penggunaan dan pemanfaatan Tehnologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab

      Memberikan rasa aman, keadilan dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Tehnologi Informasi

 Pergeseran Paradigma Bisnis

            Implementasi e-business menuntut pergeseran paradigma secara fundamental, dari yang semula marketplace yang menekankan interaksi secara fisik antara penjual dan pembeli menjadi marketspace yang mengandalkan transaksi elektronik.

            Pergeseran ini ditandai dengan perubahan dari geograpihic business model menjadi global business model. Dalam traditional marketplace, lalu lintas informasi, produk/jasa, dan pembayaran bersifat fisik. Dengan kata lain, model bisnis yang berlaku adalah geographic business model. Sebaliknya, dalam dunia virtual marketspace, aliran informasi produk, proses komunikasi antara produsen dan konsumen, distribusi produk/jasa dan transaksi berlangsung dalam dunia maya/virtual.
Secara garis besar, kemajuan teknologi internet yang disertai dengan berkembangnya bermacam-macam titik akses seperti worl wide Web (WWW) membawa 3 implikasi utama yaitu :
1. Percepatan Globalisasi industri
2. Multidimensionalitas Proses Penciptaan Nilai
3. Tingkat hambatan masuk Industri

Menurut Kiani mengidentifikasi 10 pergeseran pemasaran dari marketplace menjadi marketspace yaitu :
1. Dari pemasaran dan periklanan massal menjadi pemasaran dan periklanan interaktif

2. Dari produksi massa menjadi mass customization
3. Komunikasi monolog menjadi dialog
4.. dari katalog kertas menjadi katalog elektronik
5.. Dari model komunikasi one to many menjadi komunikasi many to many
6. Dari supply side thinking menjadi demand side thinking
7. Dari pelanggan sebagai target menjadi pelanggan sebagai mitra
8. Dari segmentasi menjadi komunitas
9. Dari produk dan jas fisik menjadi produk dan jas digital
10. Dari intermediasi menjadi disintermediasi dan intermediasi baru.

EXTRANET

Extranet atau Ekstranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain.

Extranet dapat juga diartikan sebagai intranet sebuah perusahaan yang dilebarkan bagi pengguna di luar perusahaan. Perusahaan yang membangun extranet dapat bertukar data bervolume besar dengan EDI (Electronic Data Interchange), berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam suatu jaringan kerjasama dan lain-lain.

Keuntungan dari Ekstranet :
# Informasi Akurat dan cepat
# Komunikasi antar personal dengan cepat dan akurat
# Penghematan biaya dan waktu operasional

KOMPONEN & STRUKTUR EXTRANET

Extranet menggunakan dasar infrastruktur yang sama dengan internet yang meliputi server, TCP/IP Protocol, email dan web browser. Adapun extranet merupakan virtual private network (VPN) yaitu teknologi jaringan virtual untuk membuat komunikasi di internet lebih aman.

JENIS2 EXTRANET

Ada dua jenis extranet bergantung pada rekan2 bisnis yang terlibat dan tujuannya. Suatu perusahaan dealer, konsumen dan suppliernya. Suatu extranet yang berpusat pada suatu perusahaan. Contohnya: FedEx, mebuat para konsumennya untuk menempatkan status sebuah paket internet dengan cara memasukkan suatu basis data pada internet FedEx.

1.)Extranet Industri

Pelaku utama dalam industri harus membangun suatu tim untuk menciptakan suatu extranet yang menggantungkan semuanya. Contoh2: basis industrii terbesar di dunia antara lain: Ford, Daimler Chrusler dsb.

2.)Join Venture dan hubungan Bisnis lainnya

Dalam tipe extranet ini, beberapa perusahaan pada suatu join venture menggunakan extranet sebagai sarana komunikasidan kerjasama.

INTRANET

Intranet adalah sebuah jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP seperti internet hanya saja digunakan dalam internal perusahaan, kantor, bahkan warung internet (WARNET) pun dapat di kategorikan Intranet. Antar Intranet dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui sambungan Internet yang memberikan tulang punggung komunikasi jarak jauh. Akan tetapi sebetulnya sebuah Intranet tidak perlu sambungan luar ke Internet untuk berfungsi secara benar. Intranet menggunakan semua protocol TCP/IP dan aplikasi-nya sehingga kita memiliki “private” Internet.

Kegunaan Intranet

Dasarnya perangkat lunak aplikasi yang digunakan di Intranet tidak berbeda jauh dengan yang digunakan di Internet. Di Intranet digunakan Web, e-mail dll. persis seperti yang digunakan di Intranet. WARNET sebetulnya intranet yang sangat sederhana sekali, kebetulan tidak ada content yang khusus / spesifik yang internal di warnet tsb.

INTERNET

Pengertian Internet berasal dari kata International Networking, merupakan dua komputer atau lebih yang saling berhubungan membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di dunia (internasional), yang saling berinteraksi dan bertukar informasi, sedangkan dari segi ilmu pengetahuan, internet merupakan sebuah perpustakaan besar yang didalamnya terdapat jutaan (bahkan milyaran) informasi atau data yang dapat berupa teks, grafik, audio maupun animasi dan lain lain dalam bentuk media elektronik. Orang bisa berkunjung ke perpustakaan tersebut kapan saja serta dari mana saja, dari segi komunikasi internet adalah sarana yang sangat efektif dan efesien untuk melakukan pertukaran informasi jarak jauh maupun di dalam lingkungan perkantoran.

Fasilitas-Fasilitas yang dapat di manfaatkan dengan menggunakan internet, diantaranya :

  • Web, adalah fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa teks, gambar, bunyi, animasi dan data multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan satu sama lain. Untuk memudahkan Anda membaca data dan informasi tesebut Anda dapat mempergunakan web browser seperti Internet Explorer ataupun Netscape.
  • E-Mail (Electronic Mail), dengan fasilitas ini Anda dapat mengirim dan menerima surat elektronik (e-mail) pada/dari pemakai komputer lain yang terhubung di internet, dan dapat menyertakan file sebagai lampiran (attachment).
  • Newsgroup, fasilitas ini digunakan untuk mendistribusikan artikel, berita, tanggapan, surat, penawaran ataupun file ke pemakai internet lain yang tergabung dengan kelompok diskusi untuk topik tertentu. Dengan fasilitas ini pula Anda dapat melakukan diskusi, seminar ataupun konferensi dengan cara elektronik tanpa terikat waktu, ruang dan tempat.
  • FTP (File Transfer Protocol), fasilitas ini digunakan untuk menghubungkan ke server computer tertentu dan bila perlu menyalin (download) file yang Anda butuhkan dari server tersebut dan menyimpannya di komputer Anda.

Manfaat Internet

Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet:

Informasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial. 2. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.

Fungsi Internet

Dengan kemajuan di bidang  Teknologi Informasi dan Komunikasi sekarang ini, dunia  tidak lagi mengenal batas, jarak, ruang dan waktu,  sebagai contoh kini orang  dapat dengan mudah memperoleh berbagai macam informasi yang   terjadi  di belahan dunia ini  tanpa harus  datang  ke tempat tersebut. Bahkan orang  dapat berkomunikasi dengan siapa saja  di berbagai  di belahan dunia ini,   dengan memanfaatkan seperangkat komputer yang  tersambung ke internet.

PERBEDAAN INTERNET, INTRANET DAN EXTRANET

Internet
Merupakan komunikasi jaringan komunikasi global yang menghubungkan seluruh computer
didunia meskipun beda sistem oprasi dan mesin.

Intranet
Adalah sebuah jaringan koputer berbasis protokol TCP/IP seperti internet, hanya saja digunakan dalam internal perusahaan atau kantor dengan aplikasi berbasis web dan teknologi komunikasi data seperti internet ( bahkan warung internet (warnet) dapat dikategorikan sebagai intranet)

Ekstranet
Jika sebuah badan usaha atau bisnis mengekspose

Sinergi

Istilah Sinergi terlalu sering digunakan orang sebagai jargon, sehingga sering kehilangan maknanya. Menjadi sesuatu yg hiperbolik dan di awang-awang. Padahal konsep ini bisa juga membumi dan sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Keuntungan dari E_Business

v  Mampu meningkatkan kinerja operasional perusahaan

v  Mampu memperlancar kegiatan ekonomi

v  Memperlancar transaksi bisnis

v  Memperlancar transaksi bisnis

v  Dapat meningkatkan market exposure

v  Meningkatkan costumer loyality

v  Memperpendek waktu produksi

v  Meningkatkan value chain

Kerugian dari E_Business

v  Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non teknis

v  Kerugian yang tidak terduga

v  Penggunaan akses kesumber oleh pihak yang tidak berhak

v  Kehilangan keprcayaan dari para konsumen

Customer Support

            Layanan yang terdiri dari computer dan perangkat lunak manufaktur dan layanan, serta menawarkan kepada pelanggan. Berikut ini adalah common opsi dukungan pelanggan.

v  Mail-in layanan

v  Hot line

v  Sistem papan bulletin

Beberapa kiat-kiat dalam E_Business diantaranya

a)      Membenahi terlebih dahulu sistem pengelolaan sumber daya perusahaan terpadu

b)      Membuat perencanaan investasi teknologi secara mendetail dan komperhensif

c)      Melakukan kerjasama dengan berbagi mitra bisnis

Analisa SWOT

Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai factor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini berdasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan atau (strengths), peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threands). Perencanaan strategis suatu erusahaan harus menganalisis factor-faktor strategis perusahaan atau (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) pada kondisi yang ada pada saat ini. Hal ini disebut dengan analisis situasi atau popular disebut analisis SWOT. Dalam menganalisis data digunakan teknik descriptif, kualitatif guna menjawab perumusan permasalahan mengenai apa saja mengenai apa saja yang menjadi peluang dan ancaman dari luar yang harus dihadapinya.

Dalam penelitian dilakukan identifikasi fariable yang merupakan kekuatan dan peluang yang kemudian digunakan skala LIKERT atas  5 tingkat yang terdiri dari :

  • Sangat baik
  • Baik
  • Cukup baik
  • Kurang baik

 Berupa skala likert tantangan dan ancaman analisis swot ini adalah membandingkan antara factor eksternal, berupa peluang dan ancaman dengan factor internal yang berupa kekuatan dan kelemahan.

Analisis SWOT dapat dibagi menjadi 5 hal

  1. Menyiapkan seri SWOT
  2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
  3. Identifikasi kesempatan dan ancaman
  4. Melakukan rangking terhadap kekuatan dan kelemahan
  5. Menganalisis kekuatan dan kelemahan

Manfaat Analisa SWOT

Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman organisasi

Langkah-langkah SWOT

  1. Identifikasi semua hal yang berkaitan dengan SWOT
  2. Tentukan factor penghambat dan factor pendukung
  3. Tentukan alternative kegiatan
  4. Rumuskan tujuan dari masing-masing kegiatan
  5. Ambil keputusan yang paling prioritas

Strategi SWOT

ü  Strategi SO

Strategi yang ditetapkan berdasarkan jalan pikiran organisasi yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

ü  Strategi WO

Strategi yang ditetapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.

ü  Strategi ST

Strategi yang ditetapkan berdasarkan kekuatan yang dimili organisasi untuk mengatasi ancaman.

ü  Stretegi WT

Strategi yang ditetapkan berdasarkan kegiatan yang bersifat defensive dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

Metode Pengamanan Yang digunakan dalam transaksi Online

Metode enskripsi adalah metode penyandian suatu pesan atau data yang terkirim melalui jaringan public dengan menggunakan kunci tertentu. Beberapa teknologinya adalah :

                  Kombinasi public key/ private key

                  Certification autbority/ digital signature

                  Secure electronic transaction

Customer Relationship Management

CRM merupakan sebuah pendekatan baru dalam mengelola hubungan korporasi dan pelanggan pada level bisnis sehingga dapat memaksimumkan komunikasi, pemasaran melalui pengelolaan berbagai kontak yang berbeda dengan pelanggan.

CRM (customer relationship management) mengkombinasikan kebijakan, proses, dan strategi yang diterapkan organisasi menjadi satu kesatuan yang digunakan untuk melakukan interaksi dengan pelanggan dan juga untuk menelusuri informasi pelanggan

Konsep ini juga banyak digunakan sebagai sebuah terminologi pada industri informasi sebagai sebuah metodologi, piranti lunak, dan bahkan sebagai kapabilitas internet yang membantu korporasi mengelola hubungan pelanggan. Piranti ini memungkinkan korporasi untuk menjelaskan hubungan secara cukup rinci sehingga manajemen, staf penjualan, staf pelayanan, dan bahkan pelanggan dapat secara langsung mengakses informasi, menyesuaikan kebutuhan antara kebutuhan dan produk, pengingatan pelanggan pada layanan tertentu, dan sebagainya. Dalam pengembangan piranti lunak CRM harus dilakukan pendekatan yang holistik. Terkadang inisiatif implementasi piranti lunak CRM gagal dilakukan karena hanya terbatas pada instalasi piranti saja, tanpa memperhatikan konteks, dukukangan dan pemahaman staf, dan pemenfaatan sepenuhnya sistem informasi.

Banyak aspek yang tercakup dalam CRM. Aspek tersebut pada umumnya akan berhubungan langsung dengan salah satu aspek berikut:

       Operasi Front office yang langsung berinteraksi dengan pelanggan seperti ketemu langsung, panggilan telepon, e-mail, layanan online, dll.

       Operasi Back office yang sangat berpengaruh pada aktivitas pada layanan di front office seperti bagian pembayaran, perawatan, perencanaan, pemasaran, dll.

       Hubungan bisnis, yaitu interaksi dengan perusahaan dan rekanan lain seperti suppliers/ vendors, outlet pengecer dan distribusi, jaringan industri. Jaringan eksternal ini akan mendukung aktivitas di front dan back office.

       Data kunci dalam CRM dapat dianalisis dengan tujuan melakukan perencanaan kampanye pada target pemasaran, memahami strategi bisnis, dan memutuskan keberhasilan aktivitas CRM seperti pangsa pasar, karakteristik pelanggan, pendapatan dan keuntungan.

Implementasi CRM akan memberikan dampak manfaat bagi korporasi seperti akan memungkinkan untuk memperoleh keseimbangan dalam bagaimana menggunakan sumber daya untuk pemasaran agar mendapat nilai lebih pada segmen tertentu, meningkatkan interaksi pelanggan yang akan mendukung pengalaman branding pada pelanggan, mendongkrak produktivitas penualan melalui pemetaan proses menggunakan teknologi baru, menetapkan tujuan penjualan dan menentukan reward untuk pencapaiannya.

Variasi CRM

Ada beberapa perbedaan pendekatan CRM dengan paket piranti lunak dalam memfokuskan aspek yang berbeda. Beberapa diantara piranti lunak CRM yang dikenal adalah seperti berikut.

1.       Operasional. Operational CRM memberikan dukungan untuk proses bisnis di front office, seperti untuk penjualan, pemasaran, dan staf pelayanan. Interaksi dengan pelanggan biasanya disimban dalam sejarak kontak pelanggan, dan staf dapat melihat kembali informasi pelanggan ketika dibutuhkan.

2.       Penjualan. Untuk penjualan biasa digunakan Sales Force Automation (SFA). SFA membantu untuk otomatisasi aktivitas yang terkait dengan staf penjualan, seperti untuk penjadwalan menghubungi pelanggan, pengiriman surat kertas maupun elektronik ke pelanggarn, menelusuri respon pelanggan, membuat laporan, menilai tingkat penjualan, proses order penjualan otomatis.

3.       Analitik. Analytical CRM menganalisis data pelanggan untuk berbagai tujuan seperti merancang dan menjalankan kampanye target pemasaran, termasuk melakukan cross-selling, up-selling, aiatem informasi manajemen untuk forecasting keuangan dan analisis profitabilitas pelanggan.

4.       Intelijen Penjualan. Intelijen Penjualan atau Sales Intelligence dalam CRM adalah sejenis dengan is similar to Analytical CRM, tetapi ditekankan lebih jauh untuk piranti penjualan langsung dengan fitur untuk mencari peluang Cross-selling/ Up-selling/ Switch-selling, kinerja penjualan, kecenderungan pelanggan, margin pelanggan.

5.       Manajemen Kampanye. Campaign management mengkombinasikan elemen antara CRM operasional dan analitik agar dapat menjalankan fungsi pembentukan kelompok target dengan kriteria tertentu menggungakan data pelanggan, mengirimkan materi yang terkait dengan kampanye produk untuk calon tertentu menggunakan berbagai saluran seperti e-mail, telephone, SMS, dan surat, menelusuri, menyimpan dan menganalisis statistik kampanye.

6.       Kolaboratif. Collaborative CRM mencakup aspek-aspek yang ditangani korporasi yang terkait dengan pelanggan pada berbagai departemen seperti pada bagian penjualan, dukungan teknis, dan pemasaran.

Tahap Proses CRM

                  Identifikasi pelanggan

                  Deferensial pelanggan berdasarkan karakteristik

                  Customizing bauran pemasaran yang disesuaikan dengan tuntutan preferensi individual

LEVEL CRM KARAKTERISTIK UTAMA
Strategik Perspektif top-down yang memandang CRM sebagai strategi bisnis customer-centrik utama yang berujuan menggaet dan mempertahankan profitable customers.
Operasional Perspektif yang berfokus pada proyek otomatisasi utama, seperti otomatisasi layanan, wiraniaga atau pemasaran
Analitikal Perspektif buttom_up yang berfokus pada customer data mining untuk keperluan strategic maupun taktikal.

Strategi dan Implementasi

Sasaran untuk menjalankan strategi CRM harus mempertimbangkan situasi spesifik yang dihadapi perusahaan dan juga kebutuhan dan harapan pelanggan.

Informasi yang didapat melalu inisiasi CRM dapat mendukung pengembangan strategi pemasaran dengan mengembangkan pengetahuan pada area-area tertentu seperti identifikasi segmen pelanggan, peningkatan retensi  pelangggan, perbaikan produk yang disampaikan, juga identifikasi pelanggan blue chip (yang paling menguntungkan). Sasaran ini dilakukan dengan melakukan manipulasi informasi yang terkait yang selanjutnya dimanfaatkan bersama untuk ditransformasikan menjadi pengetahuan. Pengetahuan ini merupakan pengetahuan yang memungkinkan perusahaan dapat lebih memahami pelanggan, dan digunakan untuk menyesuaikan kapabilitas organisasi agar dapat memberikan nilai yang lebih baik bagi pelanggan. Strategi CRM bervaria dalam besaran, komplesitas, cakupanya. Hal ini akan berpengaruh pada tipe apa CRM dikembangkan. Strategi CRM yang efektif akan fokus pada berbagai saluran. Perusahaan harus secara efektif mengelola saluran ini untuk perbaikan pelayanan.

Kegagalan berbagai projek CRM terutama terkait dengan kualitas dan availabilitas data pelanggan. Data yang baik merupakan isu penting. Ketika perusahaan yang menggunakan CRM untuk menelusuri siklus hidup pendapatan, pembiayaan, margin keuntungan, dan interkasi dengan pelanggan secara individual, maka semua ini harus tergambarkan dengan jelas dalam suatu bisnis proses. Data yang digunakan harus dapat diambil dari berbagai sumber data yang ada di tiap departemen atau bidang yang ada di perusahaan. Sistem yang komprehensif dengan struktur yang telah didefinisikan dengan baik akan meningkatkan kualitas data yang dipakai dalam pengambilan keputusan.

Pengertian Enkripsi

 

Menyandikan, mengkodekan, enkripsi. Encryption atau enkripsi merupakan proses untuk mengubah sebuah pesan (informasi) sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan kunci pembuka. Enkripsi adalah cara yang paling efektif untuk memperoleh pengamanan data. Untuk membaca file yang di-enkrip, kita harus mempunyai akses terhadap kata sandi yang memungkinkan kita men-dekrip pesan tersebut. Data yang tidak di-enkrip disebut plaintext, sedangkan yang di-enkrip disebut ciphertext. Sebuah pesan dalam bentuk plaintext diubah dengan encryption menjadi ciphertext. Proses sebaliknya, untuk mengembalikan ciphertext ke plaintext disebut decryption. Menurut ISO 7498-2 istilah yang lebih tepat untuk encryption adalah enchipher sedangkan istilah yang lebih tepat untuk decryption adalah decipher. Encryption menggunakan algoritma tertentu untuk mengacak pesan. Umumnya algoritma enkripsi dapat dibagi menjadi dua kelompok: algoritma untuk private key system dan algoritma untuk public key system. Contoh untuk algoritma yang digunakan di private key system adalah DES dan IDEA, sedangkan contoh algoritma yang digunakan di public key system adalah RSA dan ECC.

Pengertian Deskripsi

Merupakan penjabaran tentang perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan baik dalam pengerjaan perangkat lunak maupun penerapannya.

Kriptologi (Ilmu Persandian)

Secara luas, persandian juga dikenal dengan sebutan kriptologi. Istilah kriptologi berasal dari bahasa latin yang terdiri dari “kriptos” yang berarti tersembunyi (rahasia) dan “logos” yang berarti ilmu. Jadi kriptologi adalah ilmu atau seni yang mempelajari semua aspek tulisan rahasia.

Kriptologi dibagi menjadi 2 (dua), yaitu kriptografi dan kriptoanalisis. Kriptografi adalah cara (sistem, metode) yang mengolah tata tulisan dalam berita sehingga menjadi tata tulisan yang berlainan dan tidak bermakna (incoherent). Sedangkan kriptoanalisis adalah usaha mendapatkan teks terang dari suatu teks sandi yang tidak diketahui sistem serta kunci-kunci-nya.

Menurut buku “Pengantar Kriptologi” (Sumarkidjo, 1972), kata kriptologi mempunyai 2 (dua) pengertian, yaitu:

Kriptologi sebagai ilmu

 Yang mempelajari semua aspek dalam tulisan rahasia. Ilmu persandian ini dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok dasar:

  • Sistem steganografi, meliputi sistem-sistem yang secara katawiyah menyembunyikan berita, seperti di dalam gumpalan lilin, dengan tanda-tanda tertentu, di dalam teks berita lain, “dihilangkan” dengan tinta rahasia, dan lain sebagainya. Steganografi terbagi menjadi 3 (tiga) jenis:
    1. Linguistis: Semagram, Open Code
    2. Teknologis: Secret (invisible) inks, Micro-photography
    3. Concealments
  • Sistem kriptografik, meliputi sistem-sistem yang mengolah tata tulisan dalam berita sehingga menjadi tata tulisan yang berlainan dan tidak bermakna (incoherent). Sistem ini dibedakan menjadi 2 (dua):
    1. Cipher: Transposisi dan Substitusi
    2. Code: Placode (Plain Code) dan Encicode (Enciphered Code)

Kriptologi sebagai kegiatan

yang berkaitan dengan fungsinya di dalam kegiatan intelejen pada umumnya. Kegiatan intelejen pada umumnya terdiri dari kegiatan penyelidikan dan pengamanan. Kegiatan penyelidikan meliputi Direction Finding dan Interception, Traffic Analysis dan Cryptanalysis, sedangkan kegiatan pengamanan terhadap tindakan dari kegiatan penyelidikan tersebut adalah Transmission Security, Traffic Security dan Crypt Security.

Kriptologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari komunikasi rahasia. Kriptologi meliputi 2 (dua) bidang yang berlawanan.

                                          Pengamanan informasi (information security) meliputi semua metode, termasuk enkripsi, untuk mencegah pihak yang tidak berwenang untuk mendapatkan atau mengubah informasi yang dikomunikasikan dan memastikan berita tersebut berasal dari pihak yang menandatanganinya.

                                          Intelejen Sinyal (Signal Intelligence) meliputi semua metode untuk mendapatkan informasi yang dikomunikasikan (seperti penyadapan berita; pengupasan kode; hacking atau pengaksesan secara ilegal ke sebuah komputer; atau menganalisis lalu lintas berita).

Referensi

http://sandi.math.web.id/?p=149

http://eprints.undip.ac.id/1277/2/Muhamad_Syarif_H.pdf

http://kambing.ui.ac.id/bebas/v01/DLL/ServerLinux/node165.html

http://bse.telkomspeedy.com/irt-melek-it/8-buku-kebijakan-OSS/CMS-CRM-ERP/CRM%20(uli).pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT

Tentang niesha30

anak pertama dari 2 bersaudara yang pasti :)
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s